Kerap Demo Untuk Dapat Proyek, Polres Cilegon Ingatkan Pengusaha

CILEGON, (KB).- Kepolisian Resor (Polres) Cilegon mengingatkan para pengusaha di Kota Cilegon tidak main kasar untuk mendapatkan proyek. Polres berharap mereka menggunakan jalur sesuai aturan, bukan mengerahkan massa dan mendemo industri.

Demikian disampaikan Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana, seusai mengikuti acara “Coffe Morning” Dalam Rangka Menciptakan Iklim Investasi Kondusif dan Pilkada Serentak Tahun 2020 Yang Damai di Wilayah Hukum Polres Cilegon, di Hotel The Royale Krakatau, Rabu (26/2/2020).

Kapolres berharap para pengusaha ikut serta menciptakan kondusifitas di Kota Cilegon.

“Saya ingin mengajak seluruh pihak untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat jangan jadi pemicu gesekan. Kami akan selalu mengawal agenda-agenda itu, agar kondusifitas tetap terjaga,” katanya.

Menurut Kapolres, pelibatan masyarakat dalam berbagai bidang usaha, pada dasarnya merupakan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itulah, seluruh pihak harus mampu berkomunikasi dengan baik.

“Memang PR (Pekerjaan Rumah) kami saat ini, menciptakan iklim investasi yang kondusif dan pilkada damai dapat terwujud di Kota Cilegon. Maka itu, jadikan semua ini tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab forkopinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah),” ujarnya.

Adanya sejumlah unjuk rasa di wilayah industri oleh sejumlah pengusaha yang melibatkan massa, juga disinggung oleh Kapolres. Menurut dia, ada undang-undang khusus berkaitan keamanan di wilayah objek vital nasional.

“Memang betul penyampaian pendapat di muka umum diatur oleh undang-undang. Namun yang perlu dipahami, di wilayah objek vital nasional itu ada undang-undang tersendiri untuk menciptakan iklim investasi. Maka itu, kami berharap pola penyampaian pendapat supaya mengikuti aturan dan petunjuk yang sudah kami sampaikan,” tuturnya.

Naik Pitam

Hal tidak diduga terjadi ketika media mengkonfirmasi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon Sahruji terkait hal tersebut. Sahruji menjawab dengan nada tinggi ketika mendapat pertanyaan seputar adanya pengusaha yang melakukan unjuk rasa.

“Saya tidak bisa mencegah orang untuk demonstrasi, karena itu sudah diatur undang-undang. Tapi saya tanpa diminta pun mencari solusi agar lingkungan dan pengusaha untuk mendapatkan kerja, itulah fungsi saya,” ucapnya.

Sahruji mengatakan, organisasi Kadin telah berjalan sesuai fungsinya. Yakni berada di garis depan ketika investor masuk ke Kota Cilegon.

“Kami berjalan seusai fungsi organisasi Kadin. Bagaimana investor masuk ke sini, Kadin ada di garis depan. Karena industri adalah anggota luar biasa di Kadin. Gapeksi, Gapeksindo, semua asosiasi itu adalah anggota luar biasa kadin. Kadin itu yang berjuang di garis depan,” katanya.

Kadin, tutur Sahruji, memiliki fungsi sosialisasi dengan industri. Ini dalam rangkan menbangun sinergi antara industri dan Kadin. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here