Kerajinan Tangan Khas Baduy Semakin Diminati Masyarakat

Mursyid Baduy (kedua kiri) ketika menjual produk hasil kerajinan tangan khas Baduy di sebuah acara di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.*

LEBAK, (KB).- Kerajinan tangan kreasi warga Baduy rupanya diminati oleh masyarakat. Sejumlah outlet yang menjual souvenir Baduy kerap diserbu konsumen untuk mencari souvenir seperti Tas Koja, Lomar, Kain Tenun Baduy, Gelang Baduy hingga Madu Hutan kerap habis dibeli warga.

Seperti yang terjadi di kios souvenir khas Baduy di pasar Rangkasbitung milik Kasiman, sejumlah kerajinan tangan khas Baduy selalu menjadi pilihan utama pembeli. Apalagi ketika memasuki akhir pekan, pembeli berdatangan ke kiosnya.

“Di kios saya ini tersedia berbagai kerajinan tangan asal Kabupaten Lebak, dan souvenir dari Baduy. Ini menjadi primadona di sini, apalagi jika memasuki akhir pecan. Bukan hanya pembeli lokal, bahkan yang dari Tangerang hingga Bandung pun datang kesini untuk membeli,” kata Kasiman, Ahad (22/9/2019), saat ditemui Kabar Banten di pasar Rangkasbitung.

Berbeda dengan Mursyid Baduy, seorang penjual kerajinan tangan khas Baduy asal Kanekes, ia kerap menjajakan jualannya melalui media sosial Facebook atau Instagram. Melalui medsos pula, ia kerap mendapatkan konsumen yang memesan kerajinan khas Baduy dengan jumlah besar. “Lewat media sosial Facebook dan Instagram saya selalu menjual kerajinan khas Baduy. Setiap harinya selalu ada saja yang memesan,” kata Mursyid.

Sejak tahun 1995 Mursyid berjualan kerajinan tangan khas Baduy. Menjual kerajinan tangan menjadi penghasilan utamanya. Bahkan karena keuletannya, ia kerap diundang oleh pihak lain, semisal Kementian Koperasi dan lain-lainnya untuk menghadiri berbagai pameran di kota-kota besar. “Saya sering ikut pameran ke kota-kota besar, selama seminggu kadang tidak pulang ke Baduy,” tutur Mursyid.

Ia mengatakan, harga kerajinan tangan khas Baduy bervariasi, mulai dari Rp 10 ribu hingga ratusan ribu rupiah, bahkan jutaan rupiah tergantung dari jenis dan kualitas kerajinan tangan yang dijual. “Kalau harga ya beda-beda, ada yang murah dan ada yang mahal juga, sesuai dengan jenis dan kualitasnya,” pungkas Mursyid. (Lugay)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here