Kerajaan ”King of the King” Surati Bupati Tangerang, Pemkab Pantau Kerajaan Halu

TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat terus melakukan pemantauan terkait kerajaan halu “King of the King” yang sudah mulai masuk ke Kabupaten Tangerang.

Hasil yang didapat dari pemantauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang melihat ada indikasi ke arah pembuatan kerjaan. Hal tersebut didukung dengan adanya surat yang masuk ke Bupati Tangerang, yaitu surat Pemilik Aset Amanah Bank kerajaan dunia.

Bahkan, surat dari kelompok yang mengaku pemilik aset amanah Allah SWT, Bank Dunia, Bank Swiss dengan alamat kantor di Jalan Wiranto Nomor 81, Bandung beredar di kalangan jurnalis Tangerang. Surat tersebut, ditujukan kepada Bupati Tangerang dengan perihal permohonan beraudiensi.

Empat nama delegasi tercantum dalam surat tersebut, yaitu Mr. Dony Pedro yang disebut Paduka yang Mulia, Syrus Manggu Nata, Ramon, SH, dan H. Sujamlah tiga nama terakhir beralamat di Perumahan Dasana Indah, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Isi surat tersebut meminta, agar empat orang tersebut, bisa beraudiensi dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

“Kami akan membuka aset Amanah Kerajaan Bank Dunia Bank Swiss: Dibuka di Indonesia. Untuk itu, kami berharap dan bertatap muka dengan dengan bapak Ahmed Zaki Iskandar untuk membicarakan dan memberikan bantuan dana aset amanah Bank Swiss untuk pembangunan di daerah Kabupaten Tangerang dan menyejahterakan masyarakat Kabupaten Tangerang,” kutipan pembukaan surat tersebut.

Surat yang beredar tersebut, telah diterima staf Bupati Tangerang tertanggal 26 September 2019. Kepala Kesbangpol Kabupaten Tangerang Ahmad Hidayat juga membenarkan menerima disposisi surat tersebut.

Ia menuturkan, surat tersebut muncul seiring dengan adanya fenomena kerajaan fiktif yang sedang menghebohkan dunia maya, sehingga pihaknya juga tidak menggubris surat tersebut.

“Selama ini kami cermati, pemilik aset Amanah Allah Subhanawataalla kebetulan pengurusnya tinggal di Kabupaten Tangerang,” katanya.

Ia mengimbau jangan terjebak, harus ekstra hati-hati dengan fenomena raja-raja baru ini, jangan sampai terjerumus kepada hal-hal yang menyimpang dengan fenomena yang ada.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, agar berhati-hati mencermati dengan fenomena ini,” ujar pria yang akrab disapa Dayat tersebut. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here