Kepsek Dituntut Pahami ”Sikap”

Suasana sosialisasi aplikasi Sistem Kinerja Aparatur bagi aparatur sipil negara di lingkungan Dindikbud wilayah Lebak, bertempat di SMKN 1 Rangksbitung, Jumat (31/1/2020) lalu.*

LEBAK, (KB).- Para Kepala sekolah (Kepsek) dituntut memahami penggunaan aplikasi Sistem Kinerja Aparatur (Sikap) sebagai laporan kinerjanya. Hal itu dianggap penting, karena aplikasi itu sebagai acuan implementasi kinerja para aparatur dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi).

Hal itu disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (KCD-Dindikbud) Banten, Sirojudin saat sosialisasi aplikasi Sikap bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dindikbud wilayah Lebak, bertempat di SMKN 1 Rangksbitung, Jumat (31/1/2020).

Kegiatan dihadiri 150 orang peserta, terdiri dari kepsek, bendahara, tim operator sekolah, tingkat SMKN, SMAN, SKhN.

“Penggunaan aplikasi Sikap penting dipahami penggunanya. Karena, itu akan menjadi ukuran kinerja ASN, khususnya para kepsek, bendahara dan tim operator sekolah dalam bekerja,” kata Sirojudin dihubungi Kabar Banten, Ahad (2/2/2020).

Menurutnya, di era digitalisasi saat ini, ASN termasuk di lingkungan Dindikbud wajib menguasai dan memahami internet. Apalagi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tahun 2019 mulai mengimplementasikan aplikasi Sikap dan wajib dilakukan oleh setiap ASN.

“Kepsek nggak boleh gagap teknologi (Gaptek). Karena, aplikasi Sikap merupakan penekanan ASN agar lebih meningkatkan kinerjanya. Jadi kalau tidak bisa menggunakan aplikasi ini, maka ASN bisa dianggap tidak bekerja dan bisa mendapatkan sanksi sesuai aturan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui sosialisasi ini para kepsek bisa mengetahui regulasi terkait implementasi aplikasi tersebut, mengetahui dan memahami langkah-langkah dalam pengisian rutinitas kerjanya atau rincian tugasnya kedalam sistem tersebut. Selain itu, agar kinerja setiap ASN, khususnya di lingkungan Dindikbud dapat berjalan secara transparan, akurat, tepat dan adil.

“Tujuannya akhirnya agar penyelenggaraan e-Government di lingkungan Pemprov Banten dapat terlaksana dengan baik,” ucapnya.

Ia bersyukur acara berjalan dengan penuh antusias. Karena materinya yang sangat menarik dan tentunya penuh tantangan bagi ASN, khususnya berkaitan dengan proses penginputan kinerja yang berbasis teknologi.

Keunikan dari penggunaan sistem ini, yaitu setiap ASN wajib mengisinya melalui login user name masing-masing Nomor Induk Pegawai (NIP). Sehingga tidak bisa diwakilkan oleh orang lain.

“Saya bersyukur, hampir 99 persen peserta sudah memahami cara mengaplikasikan aplikasi Sikap ini,” tuturnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here