Kepergok Warga, Maling Motor Kena Bogem Mentah

SERANG, (KB).- Nasib sial dialami Sugita (18). Aksi nekatnya, malah berujung bogem mentah setelah kepergok warga. Ia diduga hendak melakukan aksi pencurian sepeda motor di Lingkungan Bhayangkara Baru, Kelurahan Sumur Pecung, Kota Serang, Kamis (10/1/2019).

Informasi yang diperoleh, aksi nekat Sugita ini dilakukan sekitar pukul 01.10 WIB. Satu unit sepeda motor Scoopy nopol A 4162 HA menjadi incaran pemuda asal Lingkungan Terumbu, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, saat terparkir di pinggir jalan yang tidak jauh dari warung pemilik kendarannya.

“Pas kejadian, saya lagi nonton tv di rumah. Tiba-tiba di luar ribut, katanya ada maling. Waktu itu, warga juga banyak yang keluar rumah,” kata Asep Hermansyah, warga setempat saat dikonfirmasi Kabar Banten.

Aksi Sugita untungnya bisa digagalkan pemilik kendaraan, Suta. Ia curiga melihat gerak-gerik Sugita karena mendekati sepeda motornya, seketika langsung meneriaki maling kepada pemuda tersebut.

Apesnya, Sugita yang panik malah lari ke lingkungan perumahan warga di dekat asrama mahasiswa UIN Banten. Sementara, dua temannya yang membantu aksi pencurian tersebut, bisa melarikan diri dan menghindar dari kejaran warga.

Dalam situasi panik, Sugita mencoba bersembunyi dari kejaran warga. Namun, usahanya hanya bertahan selama 15 menit. Warga yang berduyun-duyun datang mengejarnya, bisa menemukan Sugita saat sembunyi di salah satu rumah kosong di lokasi tersebut.

“Ada yang ketangkap itu satu orang. Pas diinterogasi sama warga, dia ngakunya (melakukan pencurian) tiga orang, dua lagi kabur. Dia yang ketangkap ini, katanya cuma ngintai situasi doang,” ujar Asep.

Meskipun gagal melakukan aksi pencurian, namun warga yang sudah kesal, satu persatu melampiaskan amarahnya kepada Sugita. Tak ayal, pemuda asal Lingkungan Terumbu jadi bulan-bulanan warga yang waktu itu telah ramai mengepungnya saat mencoba melarikan diri.

Untuk menghindari tindakan main hakim sendiri, tokoh masyarakat setempat kemudian mengamankan anak baru gede (ABG) itu ke lapangan dekat asrama mahasiswa UIN Banten. Di sana, tangan Sugita diikat dengan kuat oleh warga agar tidak berontak untuk melarikan diri.

“Motor emang belum diapa-apain sama dia, enggak kena. Tapi kan warga waktu itu udah pada emosi, apalagi yang punya kendaraan. Pokoknya abis digebugin. Untung ada Pak RT, akhirnya diikat terus suruh jongkok di lapangan supaya enggak kabur lagi,” ujarnya.

Selang setengah jam, petugas kepolisian dari Polsek Serang kemudian tiba di lokasi. Sugita pun langsung diamankan petugas untuk menghindari adanya amukan warga yang emosi atas aksi nekatnya tersebut.

“Untung belum sempat kabur ke area pesawahan. Kalau ke sana, kita pasti repot enggak bisa ngejar. Nah, kalau temannya yang satu lagi, itu kayaknya kabur ke sana (area pesawahan). Soalnya pas kita kepung, dia enggak ketemu,” tutur Asep.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira membenarkan penangkapan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, Sugita dibantu dua orang rekannya yang saat ini sudah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) dengan identitas Fadli dan Ipul.

“Pelaku yang diamankan ini ngakunya dia dijemput sama dua DPO itu pas lagi di rumah sekitar jam 8 malam. Sebelum beraksi, mereka nongkrong dulu Taman Ciruas. Dalam melakukan perjalanan pulang, mereka bertiga mencari sasaran motor mana yang mau dicuri,” kata Ivan.

Setibanya di lokasi itu, ketiga kawanan pencuri ini melihat motor yang terparkir tanpa pengawasan dari pemiliknya. Dari hasil pemeriksaan, Sugita mengaku hanya sebagai pengintai situasi untuk membantu rekannya bernama Ipul saat mengeksekusi motor incaran tersebut.

“Yang satunya lagi, dia nunggu di deket Bank BCA sambil stand by di motor. Mereka ini boncengan tiga orang pakai satu motor,” ujar Ivan.

Untuk mempertanggungjawabkanperbutannya, Sugita kini sudah ditahan di Mapolres Serang Kota. Ia dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman minimal 7 tahun kurangan penjara. Sedangkan dua rekannya yang lain, saat ini masih dalam pengejaran petugas kepolisian. (Rifat Alhamidi)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here