Rabu, 26 September 2018
Fahmi Hakim, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang.*

Kepala Puskesmas Pilih Mundur

SERANG, (KB).- Sejumlah kepala Puskesmas (kapus) di Kabupaten Serang memilih mundur dari jabatan strukturalnya dan menjadi fungsional murni, karena beban kerja di struktural dinilai berat, sementara penghasilan tidak sebanding. Wacana tersebut muncul dalam beberapa kali rapat antara Komisi II dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Fahmi Hakim mengatakan, keluhan kapus tersebut, disampaikan ke kepala Dinkes yang kemudian disampaikan ke Komisi II saat rapat. Jadi, para kapus tersebut menyampaikan, bahwa beban kerja kapus dengan nilai tunjanga ndan gaji tidak sebanding, sehingga menurut mereka lebih baik menjadi fungsional tanpa beban berat.

“Tentu ini akan jadi pertimbangan kami untuk dievaluasi, hal itu akan jadi pertimbangan untuk menaikkan tunjangan. Tapi, kami juga akan melihat kondisi yang ada, kami akan melihat sejauh mana pelayanan kesehatan maksimal atau tidak. Kalau dengan kenaikan penghasilan pelayanan bisa semakin baik ya tentu kami akan coba rumuskan bersama di Banang (Badan Anggaran) maupun pemda,” katanya, Ahad (4/3/2018).

Ia menuturkan, kenaikan penghasilan tentu harus sejalan dengan peningkatan pelayanan untuk kepentingan masyarakat. “Kapus ingin mundur dari struktural itu baru wacana, belum secara resmi. Mereka menyampaikan keluhannya ke kepala dinas dan disampaikan ke kami. Intinya tunjangannya pengen naik. Makanya, kami bisa mempertimbangkan untuk perbaikan, tetapi kami akan ukur parameter beban kerjanya dan pelayanannya, jangan nanti dinaikkin, tapi ada pasien, seperti kemarin naik mobil losbak. Dilihat juga kemampuan keuangan daerah,” ujarnya

Kepala Dinkes Serang, Sri Nurhayati menuturkan, benar ada wacana dari para kapus untuk mundur dari struktural dan menjadi fungsional murni. “Itu hanya wacana saja, obrolan rekan-rekan kapus saat ada permasalahan, mereka bilang ya sudah sekalian saja kami jadi fungsional murni, itu guyon saja mungkin. Memang berat yah masalahnya beban kapus, terus kan, rencananya ada perubahan jadi fungsional, sehingga yang kapusnya medis itu mereka lebih milih fungsional murni dibandingkan jadi fungsional ditambah beban kapus. Tapi itu baru wacana,” ucapnya.

Menurut dia, saat ini ada kapus yang mengajukan mundur dari struktural, namun alasannya, karena kesehatan. “Itu di Puskesmas Ciruas kasusnya mengajukan mundur dari struktural karena kesehatannya, memang sekarang aktivitas sehari-hari dia masih bisa, cuma dia ada sakit jantungnya, mungkin kalau jadi kapus kan beban pikiran dan sebagainya, dia memang ingin yang tidak terlalu beban lah, tapi sekarang masih aktivitas sehari-hari,” ujarnya. (YY)***


Sekilas Info

Peringatan HUT ke-18, Pemprov Banten Siapkan Pesta Rakyat

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan pesta rakyat dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *