Selasa, 11 Desember 2018
Enam perangkat desa berkumpul untuk melaporkan Kades Sindanglaut, Carita yang memecat perangkat desa secara sepihak.*

Kepala Desa Pecat Enam Pegawai Desa

PANDEGLANG, (KB).- Kepala Desa (Kades) Sindanglaut, Kecamatan Carita, Atang, memecat enam orang perangkat desanya. Keenam perangkat desa tersebut yakni Sanan menjabat Sekdes, Suhata Dibrata selaku Kaur Keuangan, Odah selaku Kasi pelayanan, Esih Sukaesih Kasi Pemerintahan, Nainus Kadus dan Dulkarim sebagai kepala dusun. Meski demikian, tindakan pemecatan dilakukan kades tersebut dinilai sepihak.

Sekdes Sindanglaut, Kecamatan Carita, Sanan mengatakan, awalnya kades tersebut mengundang para perangkat desa dan RT/RW untuk menyosialisasikan penyaluran bantuan sosial (Bansos) di kantor desa. Setelah selesai acara sosialisasi, tiba-tiba ada sekelompok warga yang merupakan tim sukses (timses) kades terpilih mengamuk dan meminta agar kades untuk memberhentikan semua Perangkat Desa Sindanglaut. Setelah itu, para perangkat desa dipanggil kades untuk membicarakan keinginan sejumlah warga soal pemberhentikan perangkat desa.

Pertama kades menyampaikan beberapa poin kaitan pemberhentian aparatur desa. Di antaranya, dia menyebutkan terpilihnya kades karena dipilih masyarakat. Sehingga, harus menuruti keinginan warga soal pemberhentian perangkat desa. Saat itu juga kades langsung mengesahkan pemberhentian perangkat desanya dengan mengetuk palu sebanyak tiga kali secara sepihak,” kata Sanan kepada Kabar Banten, Rabu (7/2/2018).

Tidak lama kemudian, para perangkat desa langsung diusir paksa oleh seorang warga yang dulu tim sukses kades. “Hanya sebatas terprovokasi sekelompok warga bagian dari tim suksesnya, kami langsung dipecat,” ujar Sanan. Ia bersama teman-teman perangkat desa yang dipecat akan melaporkan tindakan kades ke Camat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) dan bupati. “Kami tidak terima diberhentikan semena-mena tanpa alasan yang jelas. Makanya, kami akan melayangkan surat pengaduan ke kecamatan, DPMPD, bupati dan DPRD Pandeglang,” ucapnya.

Selain itu, kata Sanan, pemecatan tersebut tidak menggunakan surat pemecatan dan tanpa alasan apapun. Melainkan hanya dilakukan secara lisan. Hal hampir senada dikatakan Kepala Dusun Sindanglaut, Abdul Karim. Ia mengatakan, tindakan kades yang melakukan pemberhentian secara sepihak tanpa ada alasan yang jelas. Padahal menurutnya, apabila kades mendapatkan aduan dari masyarakat, seharunya kades melakukan klarifikasi terlebih dahulu ke perangkat desa.

“Kami rasa tindakan kades sudah melewati aturan. Karena pemberhentian perangkat desa itu harus ada alasan, bukan hanya sebatas menuruti sekelompok warga saja. Kalau kami memiliki salah tegur dan beritahu kesalahannya dan kami pasti memperbaikinya. Tapi yang terjadi main pecat langsung,” tuturnya.

Sementara itu, Kades Sindanglaut, Kecamatan Carita, Atang membenarkan telah memecat perangkat desanya. Hal tersebut atas dasar desakan masyarakat. “Saya dipilih masyarakat dan pemecatan tersebut atas keinginan masyarakat. Kalau lebih jelasnya, silahkan tanya ke masyarakat,” tuturnya. (IF)***


Sekilas Info

Demo, Mahasiswa Menginap di DPUPR Kabupaten Pandeglang

PANDEGLANG, (KB).- Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pandeglang demo di depan Kantor Dinas …

One comment

  1. Seenaknya aja pecat-pecat orang, enak banget ya jadi kades, bisa pecat se enaknya ajj, tanpa alasan yang jels..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *