Kamis, 21 Juni 2018
Walikota Serang, Tb Haerul Jaman bersama Kepala Kemenag Kota Serang, Machdum Bactiar saat menghadiri peletakan batu pertama di Masjid Jami At-Taqwa, Lingkungan Tegal Tongleng RT 02/02, Kelurahan Umbul tengah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Selasa (6/3/2018). Walikota meminta pembangunan Masjid dapat merata di setiap lingkungan. *

Kepala Daerah Diminta Perhatikan Masjid Rusak

SERANG, (KB).- Ketua Kemenag Kota Serang, Machdum Bachtiar meminta kepala daerah memperhatikan masjid-masjid yang rusak. Ia menyebut, di Kota Serang dari total 547 masjid, masih banyak dalam kondisi rusak.

“Dari ratusan masjid tersebut, banyak yang mengajukan permohonan dana untuk dilakukan renovasi atau pembangunan total. Namun, kami tidak memiliki anggaran. Ada anggaran tapi terbatas,” kata Machdum, saat acara peletakan batu pertama di Masjid Jami At-Taqwa, Lingkungan Tegal Tongleng RT 02/02, Kelurahan Umbul tengah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Selasa (6/3/2018).

Selain itu, ia juga meminta Pemkot Serang mengajak masyarakatnya agar proaktif membantu anggaran pembangunan masjid di Kota Serang. Ia berharap, ke depan pemerintah daerah lebih banyak menganggarkan untuk masjid melalui Kanwil Kemenag Kota Serang agar ketika masyarakat membutuhkan sudah ada anggarannya. “Wali Kota atau Bupati harusnya lebih memperhatikan hal itu juga,” katanya.

Sementara, Wali Kota Serang, Tb Haerul Jaman meminta agar pembangunan masjid dapat dilakukan secara merata di setiap lingkungan. “Pembangunan tempat ibadah itu harus merata dan ada di setiap lingkungan masyarakat, karena selain untuk sarana ibadah bisa untuk kegiatan-kegiatan positif lain, seperti kegiatan sosial, pendidikan agama dan yang lainnya,” kata Jaman.

Menurutnya, untuk regenerasi ke depan diharapkan agar masyarakat Kota Serang memiliki akhlak yang baik dan pembentukan moral yang baik. Sehingga dengan banyaknya rumah ibadah, sumber daya manusia (SDM) Kota Serang mempunyai kepribadian yang lebih religius.

Untuk pemenuhan anggaran pun, Pemkot mempersilahkan untuk mengajukan permohonan. “Untuk anggaran Pemkot sudah menyampaikan bahwa, silahkan untuk melakukan tempuh mekanisme dan aturan untuk perdanaan. Kalau sudah ditempuh regulasinya insya Allah ada bantuan, tidak bisa memutuskan saat ini yang pasti ada emang harus didorong,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Jami At-Taqwa, Fadil mengatakan, anggaran untuk pembangunan masjid ini membutuhkan sekitar Rp 1,4 miliar. Namun dana yang terkumpul saat ini baru sekitar Rp 250 juta. “Itupun murni dari iuran masyarakat. Pihak lain belum ada yang memberi sumbangan. Instansi juga belum ada namun untuk perorangan alhamdulilah sudah ada dari luar kelurahan.

Ia berharap dengan mulainya pembangunan masjid ini ke depannya bisa lebih makmur. Begitupun setelah masjid selesai dibangun diharapkan dapat diisi dengan kegiatan-kegiatan. “Masjid yang sedang dibangun ini diisi 800 jamaah. Makannya sangat penting untuk warga kita,” katanya. (TM)***


Sekilas Info

Indeks Kebahagiaan di Indonesia, Provinsi Banten Nyaris Paling Buncit

SERANG, (KB).- Badan Pusat Statistik merilis laporan bulanan data sosial ekonomi edisi 92, Januari 2018. Laporan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *