Kepala BKKBN Banten Lantik 17 Pejabat Struktural

SERANG, (KB).- Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten, Drs. Aan Jumhana melantik dan mengambil sumpah janji jabatan 17 orang pejabat administrator dan pengawas di lingkup BKKBN Banten, Senin (18/5/2020). Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan DP3AKKB Banten dan rohaniawan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Drs. Aan Jumhana menyampaikan bahwa rotasi dan mutasi pejabat administrator dan pengawas di BKKBN Banten ini merupakan kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur tertentu.

“Ini sesuai dengan fungsi administrasi yang menjadi prioritas utama dalam pencapaian kinerja organisasi dan fungsi pengawasan sebagai kontrol jalannya kinerja agar sesuai dengan arah dan target guna mencapai sasaran dan tujuan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana atau Banggakencana di Provinsi Banten,” ujar Aan.

Ia berharap, pejabat dilantik bisa menjaga amanah, meningkatkan etos kerja dan mewujudkan target 100 hari pemenuhan perjanjian kerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing dalam rangka mensukseskan Program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana atau Banggakencana.

BKKBN Banten sebagai sebuah organisasi, kata dia, ingin lebih baik dan kinerja yang ditawarkan bisa betul-betul tepat sasaran serta memenuhi target yang sudah ditentukan. Meskipun dengan jumlah personil yang terbatas. Bagaimana kita membangun tim yang efektif untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan organisasi khususnya dalam mencapai kinerja.

“Kami minta teman-teman di BKKBN juga bisa berubah sesuai dengan perubahan lingkungan strategis yang berubah dengan cepat, bagaimana memposisikan diri sebagai pelayanan masyarakat, memberikan pelayanan-pelayanan kepada masyarakat, bagaimana kita harus berinteraksi, membangun jejaring dan bagaimana kita mengembangkan networking dengan Mitra serta membangun kolaborasi. Tapi tentu saja di internnya dia harus diperkuat dulu dengan kerja sama di lintas bidang atau lintas komponen,” ujar Aan.

Aan mengatakan, dalam masa pandemi Covid-19 ini, banyak pegawai yang harus tinggal dan bekerja di rumah. Tapi bukan berarti pegawai malas-malasan atau mati kreativitas, namun selalu tetap membuat inovasi-inovasi.

“Kita sudah melakukan beberapa kegiatan di antaranya bagaimana membuat layanan layanan iklan masyarakat tentang Covid-19 dan tentu saja tentang BKKBN. Bagaimana mengajak ketahanan keluarga, pembangunan keluarga, keluarga berencana, termasuk divisi kependudukan,” ujar Aan.

Pelayanan KB

Kemudian dalam masalah pelayanan KB saat pandemi Covid-19 ini, BKKBN bersama mitra terus berupaya melayani masyarakat dengan cara datang langsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Jadi, kalau misalnya di hari-hari biasa masyarakat ramai dan berkumpul, tapi saat ini kita mendatangi langsung masyarakat yang akan dilayani KB. Kita khawatir saat pandemi Covid-19 ini, coronanya negatif  tapi istrinya positif. Ini kan jadi masalah baru bagi kita dan harus diantisipasi sehingga tidak terjadi ‘baby boom’,” ujarnya.

Aan mengimbau, di masa pandemi covid-19 ini, sebaiknya masyarakat tidak hamil dulu atau menunda kehamilan. Karena akses terhadap pelayanan kesehatan dan tenaga medis terbatas. Kemudian, bagi yang ingin tidak ada anak lagi, kita dorong supaya mereka terus menggunakan alat KB jangan sampai menyesal kalau tidak dilindungi alat kontrasepsi mereka hamil.

“Hamil yang tidak diinginkan, mungkin ada ketidaksiapan dari seorang ibu untuk merawat anak. Karena hamil tidak diharapkan, dia perhatiannya jadi kurang, kemudian dari gizi yang harus masuk untuk si janin kurang perhatian juga. Kalau dalam kondisi begini, khawatirnya bayi yang dilahirkan stunting atau mengalami hal yang tidak diinginkan. Jadi sebetulnya itu yang akan kita jaga. Jangan sampai ‘Baby Boom’ itu terjadi pada saat ini ditengah pandemi covid-19,“ ujar Aan.

Ia menambahkan, untuk mencegah hal tersebut, BKKBN bersama mitra terus berupaya melakukan layanan langsung dengan mendatangi masyarakat dan memberikan pelayanan maksimal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here