Kenormalan Baru, Dindikbud Siapkan Skenario Ini di Sekolah

TANGERANG, (KB).- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) di Tangerang Raya siap menghadapi era kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel yang menyiapkan skenario atas tatanan kehidupan baru tersebut. Salah satunya aktivitas dalam proses pembelajaran di sekolah.

Kepala Dindikbud Kota Tangsel Taryono mengatakan, dalam skenario itu, proses pembelajaran akan dikembalikan seperti biasanya. Para murid sudah tak lagi belajar di rumah masing-masing, seperti yang dilakukan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kenormalan Baru dalam pendidikan di Tangsel, kegiatan pendidikan akan dilaksanakan di sekolah,” ujar Taryono, Jumat (29/5/2020).

Ia mengatakan, dalam menerapkan skenario tersebut, guru ataupun murid harus menerapkan protokol kesehatan.

“Tetap rajin mencuci tangan dengan sabun, selalu mengenakan masker, selalu menjaga jarak, dan menghindari kerumunan supaya terhindar dari Covid-19,” ujarnya.

Meski telah menyiapkan skenario tersebut, fase new normal dalam proses pembelajaran itu belum dapat diterapkan. Sebab, Dindikbud Tangsel masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat serta satuan gugus tugas Covid-19.

“Sekarang ya belum diterapkan, karena pembelajaran di sekolah saat fase new normal ini tentu harus menunggu kebijakan pusat atau daerah dalam penanganan Covid-19. Namun, kami telah siapkan berbagai skenarionya,” tuturnya.

Sementara di Kota Tangerang, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang dilakukan secara daring dimulai 11 Juni hingga 9 Juli 2020.

“Skema PPDB-nya online semua. Pendaftaran SD maupun SMP online,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Masyati Yulia.

Mas Yati menjelaskan, jalur PPDB tahun ini dilakukan melalui jalur zonasi, afirmasi khusus untuk siswa kurang mampu yang sudah masuk data terpadu kesejahteraan sosial, dan jalur perpindahan orangtua atau wali murid. Sementara, khusus tingkat SMP ada tambahan, yakni jalur prestasi.

“Pelaksanaan PPDB Online dapat diakses melalui ppdbmandiri.tangerang.kota.go.id atau melalui aplikasi android Tangerang LIVE,” ujarnya.

Terkait daya tampung, di tingkat SD dibagi enam zona. Di antaranya zona lingkungan sekolah 40 persen, zona wilayah 20 persen, zona umum/antar zona 15 persen, zona luar kota 5 persen, zona afirmasi 15 persen, zona perpindahan 5 persen.

Sedangkan di jenjang SMP, zonasi 50 persen, afirmasi 15 persen, perpindahan tugas orangtua 5 persen. Kemudian untuk jalur prestasi dibagi tiga, diantaranya, prestasi akademik/non akademik 5 persen, prestasi domisili dalam kota 20 persen, prestasi domisili luar kota 5 persen.

“Begitu juga dengan zona wilayah juga kami bagi tiga. Diantaranya zona wilayah timur, tengah dan barat,” katanya.

Adapun untuk wilayah timur yaitu Kecamatan Ciledug, Larangan, Karang Tengah dan Pinang. Zona wilayah tengah yaitu Kecamatan Cipondoh, Tangerang, Batuceper, Benda dan Neglasari. Sedangkan wilayah barat yaitu Kecamatan Periuk, Karawaci, Cibodas dan Jatiuwung.

‚ÄúPersiapan sejauh ini sudah 95 persen, sisanya kami terus perkuat dengan sosialisasi yang hingga saat ini masih terus berjalan,” ujarnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here