Kendalikan Air Tanah, Pemkot Tangerang Bangun 4.000 Sumur Injeksi

TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berencana untuk membangun 4.000 titik sumur injeksi di sejumlah wilayah kecamatan yang berfungsi mengendalikan air tanah untuk menampung pelimpasan air hujan agar tidak sampai terjadi banjir.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, menyebutkan selama lima tahun terakhir, Pemkot telah melakukan beberapa manajemen penanganan banjir salah satunya dengan sumur injeksi. Sumur injeksi berfungsi mengendalikan air tanah untuk menampung pelimpasan air hujan agar tidak sampai terjadi banjir.

Sumur injeksi ini sekaligus berfungsi mengembalikan keberadaan air bawah tanah yang sudah terkuras untuk berbagai kebutuhan.

“Kita coba bangun sumur injeksi, sudah ada di sekolah dan jalan-jalan. Rencananya tahun ini akan kita bangun 4.000 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tangerang,” ujar Arief, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, daerah yang sudah ada sumur injeksinya lumayan, surutnya lebih cepat saat ada genangan.

“Kita ingin sumur injeksi ini bisa menangani limpasan ke drainase dan saluran, karena airnya sudah ditangkap,” tambahnya.

Selain sumur injeksi, lanjutnya Pemkot juga melakukan pembersihan embung dan situ serta mengoptimalkan pompa-pompa air. Sistem drainase, biopori, hingga tandon juga telah dibangun. Kendati demikian, musibah banjir diawal tahun 2020, terjadi akibat curah hujan yang luar biasa tinggi.

Padahal sebelumnya, kata Arief titik banjir di Kota Tangerang telah berkurang dari 33 menjadi hanya tersisa dua titik banjir.

“Oleh karenanya, banjir awal tahun ini menjadi catatan tersendiri bagi Pemerintah Kota Tangerang,” tandasnya.

Sementara itu Dinas PUPR Kota Tangerang mengaku juga telah melakukan upaya mitigasi banjir dengan cara mengosongkan embung yang kemudian dimanfaatkan sebagai tempat parkir sementara saat hujan.

Sekretaris Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni menuturkan upaya mengeringkan embung itu dilakukan karena kapasitas sungai/saluran terbatas. Sehingga, katanya, embung dijadikan tempat parkir sementara sebelum air masuk ke saluran pembuang.

“Dengan daya tampung yang cukup dan ditambah lagi dengan pengerukan, maka air dari hujan akan tertampung dahulu,” ujarnya.

Adapun lokasi embung atau tandon yang dilakukan pengeringan adalah tanggul Kali Ledug, Situ Bulakan, Tandon Garden City, Situ Cipondoh, Embung Pondok Bahar, Embung Nusa Jaya, Embung Cipondoh Makmur dan Embung Cimone.

“Kami sudah lakukan proses kegiatan pengeringan beberapa waktu lalu usai banjir di Kota Tangerang surut. Kami juga melakukan pengecekan di saluran pembuang,” bebernya.

Taufik menambahkan, pintu air juga dilakukan pembersihan. Hal ini untuk memastikan aliran air berjalan lancar saat dilakukan proses pembuangan nanti dari embung ke saluran pembuangan.

Eceng gondok dan gulma yang kerap menjadi hambatan pun akan terbawa arus saat proses pembuangan. “Petugas juga di samping itu melakukan pembersihan,” tukasnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here