Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bakal Jadi Beban

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menilai kenaikan iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan menjadi beban bagi masyarakat. Hal itu dikarenakan saat ini kondisi ekonomi masyarakat masih rendah.

“Kenaikan iuran BPJS Kesehatan itu sangat memberatkan, saya kurang setuju, ketika masyarakat membutuhkan dan situasi ekonomi masyarakat tidak terlalu bagus ada kenaikan BPJS,” ujar Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa kepada Kabar Banten di Kecamatan Ciruas, Senin (16/9/2019).

Pandji mengatakan, sekalipun harus ada kenaikan perlu melihat momentum yang tepat. Yakni saat ekonomi masyarakat mulai membaik. Namun kata dia, selain itu BPJS Kesehatan juga harus melakukan perbaikan pelayanannya.

“Tapi saya merasa suatu saat BPJS harus naik, jangan sampai BPJS lebih besar pengeluaran untuk biayai orang sakit tapi iuran kecil. Tapi tidak momen sekarang. Nanti akan jadi beban masyarakat terlalu memberatkan,” tuturnya.

Ia mengatakan, kenaikan iuran itu dilakukan karena memang BPJS Kesehatan memiliki beban besar kepada rumah sakit. BPJS melihat bahwa mengapa pihaknya memiliki hutang besar ke rumah sakit karena orang sakit semakin hari semakin banyak dan bervariasi. “Dan BPJS wajib bayar klaim. Lain pihak pemasukan dari iuran kurang memadai,” ucapnya.

Disinggung soal adanya ribuan anggota Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dinonaktifkan, Pandji menilai bukan dinonaktifkan. Namun dalam hal ini melakukan revisi data. “Kita turunkan tim data orang yang layak dapat PBI dan tidak layak dapat PBI, orang itu wajar kalau bayar sendiri,” ujarnya.

Menurut dia, PBI adalah orang yang benar-benar miskin. Dari hasil pendataan ada beberapa penerima yang tercoret karena memang kondisi di lapangan mereka masuk kategori mampu. “Dia punya penghasilan, pekerjaan dan kendaraan, lain halnya dengan janda miskin,” katanya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here