Kemenperin Salurkan Bantuan Korban Bencana Lebak

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melepas distribusi bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, di Jakarta, Senin (13/1/2020).*

JAKARTA, (KB).- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten. Bantuan yang terdiri dari makanan, minuman, perlengkapan mandi, tenda, obat-obatan, dan lain sebagainya. Bantuan tersebut didistribusikan mengunakan lima truk dan dilepas Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta, Senin (13/1/2020).

“Kontribusi bantuan dari industri ini merupakan paket bantuan lanjutan yang sudah dilakukan Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) dengan mengganti mesin dan peralatan IKM korban banjir sebesar 100 persen beberapa waktu yang lalu,” ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, melalui keterangan tertulis Kemenperin, Senin (13/1/2020).

Menperin mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Kemenperin terhadap masyarakat serta wujud kerja sama dengan sejumlah pelaku dan asosiasi industri.

“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada pelaku industri yang mendukung, karena hal ini merupakan positif dan bukan terlambat, meskipun bencana banjir di Lebak memang sudah terjadi beberapa waktu lalu,” tuturnya.

Baca Juga : Terdampak Banjir, Menperin Bantu Peralatan Bagi Industri Rumahan di Kota Tangerang

Menurut Agus, solidaritas yang kuat, perlu terus dipertahankan guna mengantisipasi potensi bencana alam lainnya di berbagai daerah. Sehingga masyarakat yang terkena dampak bisa kembali pulih dalam tempo singkat.

“Saya pernah bertugas di Kementerian Sosial. Jadi, saya paham betul, sekecil apapun bantuan sangat membantu saudara kita yang kesulitan karena bencana,” ujarnya.

Menperin mengatakan, pihaknya juga telah membuat kebijakan untuk membantu industri kecil dan menengah (IKM) yang alat dan mesinnya terkena dampak banjir dengan diganti 100 persen.

“Seperti di Jakarta Barat dan Tangerang sudah diterapkan, dan telah diberikan langsung secara simbolis terkait mesinnya yang rusak yang terdampak banjir,” ungkapnya.

Agus mengatakan, Kemenperin akan terus melakukan pendataan terkait IKM yang menjadi korban banjir melalui dinas perindustrian setempat. Menperin meminta kepada para pelaku industri untuk bisa terus membuka pintu bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono menyampaikan, bantuan yang diberikan tersebut akan disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Banten.

“Adapun bantuan yang diberikan berupa sarden, biskuit, mie instan, air mineral, kopi, beras, alas kaki, pembersih lantai dan sebagainya. Kami berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban serta bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Sigit.

Ia mengatakan, Kemenperin tengah menunggu laporan dari pelaku industri maupun kawasan industri terkait dampak yang terjadi akibat banjir yang melanda Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Ia memprediksi, dampak yang ditimbulkan akibat banjir di Jabodetabek tidak bersifat nasional, sehingga aktivitas manufaktur masih akan berjalan dengan baik.

Menurut dia, pembangunan kawasan industri telah memperhitungkan pedoman dan standar teknis terkait untuk mengantisipasi berbagai peristiwa, termasuk banjir, sejak awal pembangunannya. Dengan demikian, kawasan industri yang ada akan tetap beroperasi sebagaimana mestinya.

“Zona-zona industri biasanya dibangun jauh dari aspek-aspek bencana alam, misalnya banjir dan gempa,” pungkas Sigit. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here