Kemenhub Masih Urusi Arus Mudik, Rekomendasi Bus Murni Ditangguhkan

SERANG, (KB).- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menangguhkan tindak lanjut rekomendasi pencabutan izin Bus Murni dan Murni Jaya yang diajukan Pemprov Banten. Sebab, mereka masih mengurusi arus mudik Idulfitri 1440 Hijriah.

Diketahui, sebelumnya Pemprov Banten merekomendasikan agar Kemenhub mencabut izin Bus Murni dan Murni Jaya. Rekomendasi ini keluar menyusul terjadinya kecelakaan yang melibatkan kedua bus tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banten Tri Nurtopo menuturkan, Kemenhub akan menghubungi Dishub Banten jika pembahasan rekomendasi dilanjutkan. “Paling juga kalau kita mau pembahasan, kita (Dishub Banten) diundang rapat lagi,” kata Tri Nurtopo, Ahad (19/5/2019).

Ia menjelaskan, bus yang dianggap ugal-ugalan dan banyak menyebabkan kecelakaan tidak langsung dicabut izinnya. Mekanismenya bus seperti ini akan terlebih dahulu dibekukan selama enam bulan. “Dia perbaikan manajemen (dulu). Kalau memang harus dicabut ya dicabut, daripada banyak korban,” ujarnya.

Untuk arus mudik dan arus balik, pihaknya bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) akan melakukan uji kalaikan ke sejumlah bus yang ada di Terminal tipe A, seperti Terminal Pakupatan dan Merak. “Kalau (terminal) yang kecil-kecil mungkin kabupaten/kota,” ucapnya.

Baca Juga : Gubernur Banten Rekomendasikan Bus Murni Ditindak

Saat uji kelaikan ada beberapa yang dicek, di antaranya kondisi ban dan kondisi kaca bus. “Itu ada standarnya, kaca tidak boleh pecah, stir harus baik. Jadi standar, dia harusnya sudah di KIR dan sudah laik jalan, kan KIR itu 6 bulan sekali. Kita ke lapangan ngecek benar enggak nih,” katanya.

Pada awalnya, pihaknya ingin melakukan uji kelaikan di pol bus. “Tapi tidak memungkinkan waktunya. Kalau yang berangkat dari terminal kita pantau. Kalau yang kaya carteran ini yang engga bisa (terpantau),” katanya.

Disinggung terkait jumlah bus untuk mengangkut penumpang pada arus mudik, ia mengatakan, jumlah diperkirakan mencapai 200 unit.

“Yang di Merak sekitar 100 lebih. Kalau secara kapasitas mencukupi. Cuma kan yang jadi masalah kadang (arus mudik) ngumpul dalam satu waktu. Biasanya kan mulai hari libur nanti malam (pada mudik). Kalau normal engga terlalu. Dalam arti pulang tapi tidak numpuk pada hari itu,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here