Kemendes PDTT Kucurkan DAK Transportasi Desa di Kabupaten Lebak

Dudi, Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Terminal dan Perparkiran Dishub Kabupaten Lebak.*

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 sebesar Rp 1,54 miliar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak. Dana bantuan tersebut untuk pengadaan enam unit moda transportasi desa di wilayah Kabupaten Lebak.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak, Sumardi menyampaikan bahwa bantuan DAK dari Kemendes PDTT tersebut untuk bidang transportasi atau DAK afirmasi bidang transportasi. Menurutnya, anggaran DAK afirmasi merupakan anggaran tambahan DAK yang dialokasikan khusus kepada daerah termasuk dalam kategori daerah perbatasan, kepulauan, tertinggal dan transmigrasi. DAK tersebut bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar.

“Bantuan DAK diterima Pemkab untuk menunjang transportasi di desa-desa atau kecamatan yang belum ada moda transportasi. Padahal disitu banyak anak sekolah dan sarana kesehatan. Kemendes PDTT memandang perlu mengalokasikan DAK untuk pengadaan moda transportasi,” ujar Sumardi, Senin (11/11/2019).

Kabid Angkutan Terminal dan Perparkiran pada Dishub Kabupaten Lebak, Dudi mengatakan, dengan adanya DAK tersebut, pihaknya mengusulkan kepada bupati untuk memenuhi kebutuhan moda transportasi. “Insyaallah sesuai persetujuan Ibu Bupati, moda transportasi melalui DAK ini mampu membeli enam unit kendaraan angkutan umum,” ungkapnya.

Dudi menjelaskan, untuk jenis kendaraan di antaranya angkot sebanyak empat unit. Dengan tujuan mengisi trayek Terminal Aweh – Terminal Kaduagung. Karena belum ada satupun pengusaha berminat untuk mengisi trayek ini.

“Insya Allah pada tahun ini bertepatan dengan HUT Kabupaten Lebak dapat diluncurkan dan prosesnya dapat segera dilakukan. Trayek terminal Aweh ke terminal Kaduagung Mandala ini relatif dekat kota. Trayek ini melalui jalan Maulana Yusuf, Maulana Hasanudin dan jalan Ahmad Yani, jadi masyarakat sekitar Kecamatan Kalanganyar dalam waktu dekat dihadirkan moda transportasi empat unit. Empat unit angkot tersebut nantinya akan dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di antaranya sebanyak dua unit dikelola oleh BUMDes Kalanganyar dan dua lagi BUMDes Cibadak,” ujarnya.

Dudi mengatakan, untuk dua unit lagi yaitu moda transportasi jenis PS atau elf untuk desa-desa yang belum terjamah angkutan umum di antaranya satu unit di Desa Cipasari Kecamatan Sobang dan satu lagi di Kecamatan Cigemblong. “Berdasarkan rapat  verifikasi rencana kerja 2020, kita kembali akan mendapatkan DAK, kalau tahun ini dari Kemendes, kalau 2020 dari kemenhub,” ungkapnya. (Lugay)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here