Kemendes Dorong Embung Wisata Desa

Salah satu embung di Kabupaten Pandeglang.*

PANDEGLANG, (KB).- Direktorat Jenderal (Dirjen) PPMD Kemendes RI Rini Nuraini mengatakan, pemerintah pusat akan mendorong program pembangunan embung atau tempat penampungan cadangan air di 335 desa di Pandeglang bisa dijadikan sarana wisata desa.

Ke depan, lanjut Rini, embung tersebut tidak saja berfungsi sebagai tempat penampungan cadangan air, namun juga bisa dijadikan wisata desa. Hal itu dikatakan Rini Nuraini saat berkunjung ke lokasi embung Desa Cigandeng, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Jumat (20/12/2019).

Menurut Rini, program embung Desa Cigandeng dinilai sudah menjalankan Instruksi Presiden nomor 1 Tahun 2018 tentang percepatan pembangunan embung desa. Namun demikian, Rini melihat pembangunan embung tersebut juga bisa menjadi wisata desa. Oleh karena itu, dia akan mengusulkan ke pemerintah pusat agar program embung didukung dengan anggaran pembangunan wahana wisata.

“Pembangunan embung itu bisa multi fungsi. Tidak hanya sebagai penunjang kebutuhan air untuk lahan pertanian disaat kemarau, tetapi juga bisa dikemas pembangunannya sebagai sarana wisata desa,” ujar Rini.

Saat ditanya terkait banyaknya usulan pembangunan yang dilakukan pihak desa, Rini berjanji akan merespon usulan program desa karena memang pembangunan embung dan objek wisata desa itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Jika pihak desa mengusulkan apa yang menjadi kebutuhan penunjang wisata embung desa ini, tentu kami sangat merespon dan mudah-mudahan bisa direalisasi,” ucapnya.

Kepala Desa Cigandeng Sukma menuturkan, ada beberapa kegiatan penunjang embung menjadi wisata desa yang diusulkan oleh aparatur desa dan masyarakat. Pembangunan sarana penunjang wisata embung itu di antaranya pembangunan gazebo, kolam renang anak – anak dan dewasa, turap serta pendukung wahana wisata lainnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah melihat kondisi pembangunan embung Desa Cigandeng ini. Kami harap ada perhatian khusus dari pemerintah pusat,” katanya.

Ia mengatakan, anggaran untuk pembangunan embung itu memang membutuhkan anggaran cukup besar. Karena tidak hanya sebatas embung saja, tetapi pihaknya membangun embung dengan konsep pembangunan embung wisata desa.

“Jika hanya dengan dana desa, kemungkinan besar tidak akan kuat melengkapi wahana wisata. Makanya perlu dibantu oleh pemerintah pusat untuk penyediaan sarana pendukungnya dan hal itu sudah kami sampaikan kepada Kementerian desa,” tuturnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here