Kemendagri Adakan Lomba Inovasi “New Normal”, Pemkot Serang Bilang, Siap!

Subadri Usuludin, Wakil Wali Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia mengadakan perlombaan inovasi dalam kesiapan tatanan kenormalan baru (new normal) produktif dan aman Covid-19. Lomba tersebut wajib diikuti oleh Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota se Indonesia. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyatakan kesiapannya dalam mengikuti perlombaan tersebut. Sesuai dengan amanat yang diberikan oleh Kemendagri untuk setiap kota/kabupaten agar ikut perlombaan.

“Kami (Pemda) diamanatkan untuk melaksanakan inovasi dengan tujuan menyukseskan new normal. Pemkot sudah siap, baik anggaran mau pun konsepnya. Durasi video pun tidak terlala lama, hanya dua menit panjang videonya,” katanya, seusai video konperensi bersama Mendagri dan seluruh kepala daerah se Indonesia, Jumat (29/5/2020).

Video tersebut, ia menjelaskan, berisi tentang penerapan protokol kesehatan di sejumlah tempat keramaian. “Contohnya, tentang pasar tradisional, mulai dari pedagang hingga pembeli yang memperhatikan protokol kesehatan, serta jarak kerumunan,” ucapnya.

Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan, waktu perlombaan berlangsung mulai 1-15 Juni 2020. Dengan tujuh indikator yang menjadi basis penilaian yakni pasar tradisional, pasar moderen, restoran, hotel, PTSP, tempat wisata dan transportasi umum.

“Penilaiannya, pertama kesesuaian dengan protokol Covid-19, aplikatif (bisa diterapkan dimasyarakat), ide, kerjasama atau kolaborasi seluruh stakeholder. Kemudian, ada empat kriteria penilaian juga yang dijadikan bahan penilaian Kemendagri. Jadi, bagaimana masyarakat menerapkan protokol kesehatannya,” ujarnya.

Hal itu juga, tutur dia, merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi Covid-19. “Jadi, pusat itu menginginkan masyarakat tetap produktif tapi aman. Ini juga, adalah fase tahapan dalam penyelesaian atau penanggulangan Covid-19 di Indonesia, termasuk Kota Serang,” ucap Hari.

Sementara untuk anggarannya, ia menjelaskan, menggunakan anggaran pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang yang tersedia. “Karena rentang waktunya hanya seminggu, kami menggunakan anggaran Diskominfo Kota Serang yang tersedia. Jadi tidak menggunakan anggaran BTT,” tuturnya. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here