Kemenag Kabupaten Serang Janji Bangun Gedung Madrasah Bidayatul Hidayah

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Serang Tubagus Syihabudin saat menyerahkan bantuan kepada Kepala Madrasah Diniyah Bidayatul Hidayah Jasmara di Kampung Pasir Padudukan, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan, Rabu (11/12/2019).*

SERANG, (KB).- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Serang Tubagus Syihabudin berjanji akan membangun kembali gedung Madrasah Diniyah (MD) Bidayatul Hidayah di Kampung Padudukan, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan yang hancur diterpa puting beliung, Rabu (20/11/2019).

Hal itu diungkapkan saat dirinya meninjau langsung lokasi kejadian sembari memberikan bantuan kepada madrasah yang memiliki 58 murid tersebut, Rabu (11/12/2019).

“Aktivitas siswa harus berjalan lancar dalam KBM di diniyah ini. Yang saya minta ini bangunan representatif. Ini kalau begini pas hujan enggak bisa belajar, terganggu,” ujar Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Serang Tubagus Syihabudin kepada Kabar Banten, ditemui di lokasi kejadian.

Syihabudin berharap dalam waktu dua sampai tiga bulan bangunan madrasah ini bisa kembali dibangun. Selain itu, ia pun meminta kepada pengurus madrasah agar segera melaporkan jika ada masalah baik dalam hal pembangunan maupun mebeuler nantinya. “Karena kalau sudah dibangun yang kami fokuskan mebeuler,” ucapnya.

Semula pihaknya berencana membangun sampai bagian depan madrasah. Namun pihak madrasah mengatakan harus terlebih dahulu meminta izin terkait lahannya.

“Paling sampai sini (bekas bangunan lama) saja kita bangun. Tiga lokal ukuran 5×6 meter persegi cukup. Di depan kantor supaya terlihat pembangunan diniyah betul-betul ada dalam hal kelembagaan bagus tata kelolanya. Jadi enggak asal bangun dan tidak mencerminkan tata kelola keagamaan,” tuturnya.

Baca Juga : Madrasah Bidayatul Hidayah Ambruk Diterjang Puting Beliung, Murid Belajar di Tenda

Mengenai anggaran, dirinya akan mencari informasi dari berbagai sumber seperti Baznas, Kesra dan Kemenag. Bantuan yang akan diberikan bukan berupa uang namun bangunan yang sudah jadi.

“Dianggarkan sampai terbangun, sebab kalau dianggarkan misal Rp 50 juta nanti mangkrak. Pokoknya sampai ada aktivitas kembali,” katanya.

Syihabudin mengatakan, selama ini pihak madrasah tidak melaporkan kejadian kepada dirinya. Seharusnya, kata dia, ketika ada kejadian madrasah membuat laporan ke Kantor Urusan Agama (KUA) atau bisa menelepon langsung kepala kantor kemenag.

Ia mengimbau para pengelola pondok pesantren dan madrasah diniyah agar cepat melapor jika ada sarana prasarana yang kurang memadai atau butuh rehab dan jangan menunggu sampai rusak.

“Laporlah ke pimpinan, nanti insya Allah pimpinan akan dilanjutkan baik di internal Kemenag maupun ke luar seperti pemerintah daerah atau beberapa perusahaan yang peduli dengan kegiatan keagamaan,” tuturnya.

Sementara Kepala Madrasah Diniyah Bidayatul Hidayah Jasmara berterima kasih kepada Kemenag yang sudah datang meninjau langsung ke lokasi. Dirinya berharap rencana kemenag bisa terwujud ke depannya untuk kembali membangun madrasah ini.

“Mudah-mudahan selain kemenag ada kepedulian dari pihak lain. Terus masyarakat juga tidak tinggal diam untuk madrasah ini,” ujarnya.

Jasmara mengatakan, saat ini murid madrasah sedang melaksanakan ulangan hingga Kamis (12/12/2019). “Ini hari ketiga ulangan. Adapun tempat di tenda kalau enggak hujan. Kalau hujan di rumah masyarakat yang lain,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here