Kamis, 21 Juni 2018

Kembangkan Pertanian Jagung, Pemkab Serang Berencana Pinjam Lahan Perusahaan

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana meminjam lahan-lahan tidur milik perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Serang untuk pengembangan pertanian jagung. Saat ini, Dinas Pertanian melalui pemerintahan kecamatan akan melakukan inventarisasi lahan tersebut dan akan dimohonkan peminjamannya, agar dapat dimanfaatkan kelompok tani.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura pada Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana mengatakan, untuk inventarisasi lahan tidur milik perusahaan, Kepala Dinas Pertanian sudah menyampaikan surat ke bupati. “Nanti melalui surat itu, ibu bupati menyampaikan ke camat untuk menginventarisasi lahan tidur milik perusahaan yang ada diwilayahnya,” katanya.

Dahulu, ujar dia, inventarisasi lahan tidur pernah dilakukan. “Itu 2012 lahan tidur ada sekitar 4.000 hektare di wilayah Serang Timur, baru wilayah itu, kalau yang lain belum,” ucapnya. Sementara, tutur dia, berdasarkan citra satelit lahan kosong di Kabupaten Serang ada sekitar 40.000 hektare, namun belum dipastikan apakah itu lahan tidur atau lahan yang akan dimanfaatkan perusahaan.

“Kan belum terindentifikasi. Nanti, kami nunggu kecamatan, Insya Allah kalau sudah turun anggarannya segera jalan, sekarang kan dari APBD 2018 belum keluar. Nanti kami akan muter ke semua kecamatan, kami jelaskan ke kecamatan dan kelompok taninya mau tanam jagung atau kedelai. Nanti tinggal camat menggerakkan masyarakat untuk manfaatkan lahan kering dan sebelumnya diinventarisasi dahulu lahan tidurnya,” katanya.

Setelah data lahan tidur dari kecamatan ada, ujar dia, pemkab siap untuk mengupayakan peminjamannya ke pemilik lahan. “Nanti kami ketika keliling kecamatan akan menyambungkan antara kades, kelompok tani, dan camat untuk peminjaman lahan itu. Kalau misalkan terkendala masalah izinnya nanti tinggal lapor ke bupati,” ucapnya.

Menurut dia, peluang petani untuk mengembangkan pertanian jagung cukup besar, apalagi pemerintah pusat juga membantu hal tersebut. Anggaran dari kementerian untuk tanam jagung dapat alokasi Rp 7 miliar. “Tapi, semua dananya di provinsi, kami hanya mengajukan kelompok tani, untuk pupuk, benih,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, untuk tanam jagung di 2018 belum mulai penanaman dan programnya baru dimulai Maret-April. “Kemrin ada panen di Pamarayan dan Jawilan itu yang ditanam akhir 2017,” katanya. Untuk luas tanaman jagung, ujar dia, 2017 yang sudah bisa tanam sekitar 4.000 hektare, 2018 direncanakan 3.000 hektare, ini melihat cuaca, kemarin harusnya di akhir tahun banyak yang tanam, hanya karena hujan jadi belum.

“Khawatir hujannya tidak seperti tahun lalu, tapi meski direncanakan 3.000 hektare, sebenarnya anggarannya yang tersedia untuk 4.000 hektare, tapi pelaksanaannya nanti sesuai kondisi musim,” ucapnya. Ia mengungkapkan, dalam setahun jagung biasanya bisa panen dua kali, karena masa tanamnya empat bulan. Sekarang untuk produksinya ada peningkatan, 2017 ditarget 4 ton per hehtare dan di 2018 ditargetkan 4,5 ton. “Tapi, kemarin yang panen di Pamarayan itu mencapai 6,7 ton per hektare, kemudian di Jawilan 7,7 ton per hektare, jadi kenaikan produksinya signifikan. Mereka memang bukan yang pertama kali tanam, tapi sudah kedua sampai ketiga kali,” tuturnya. (YY)***


Sekilas Info

Indeks Kebahagiaan di Indonesia, Provinsi Banten Nyaris Paling Buncit

SERANG, (KB).- Badan Pusat Statistik merilis laporan bulanan data sosial ekonomi edisi 92, Januari 2018. Laporan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *