Rabu, 21 Februari 2018
honorer kelurahan

Kembali Didemo, PT KPS Penuhi Tuntutan Buruh

SERANG, (KB).- Buruh PT Karya Putra Sukses (KPS) kembali berunjuk rasa di halaman perusahaan yang berlokasi di Jalan Lanud Gorda, Kampung Maja, Desa/Kecamatan Kibin, Senin (15/1/2018). Dari aksi lanjutan yang dilaksanakan sekitar pukul 07.00 WIB-12.00 WIB tersebut lima dari enam tuntutan yang dilayangkan buruh berhasil disepakati dan akan dipenuhi perusahaan.

Ketua Pengurus Komisariat (PK) FSB Garteks SBSI PT Karya Putra Sukses, Kiki Khombali mengatakan, pada aksi lanjutan tersebut, sempat melakukan mediasi yang dihadiri oleh DPC SBSI, aparat desa, pihak perusahaan, dan PK yang dilaksanakan di ruang HRD. Pada mediasi tersebut, pihaknya sudah membuat kesepakatan dengan perusahaan.

Hasilnya, untuk masalah Sarman dan Heri Sudiyanto yang sempat dimutasikan masih akan dilakukan evaluasi terkait tempat atau posisi kerjanya. “Nanti dia mau ditaro di mana kami belum dapat jawaban, terus masalah almarhum bapak Mayar, Rabu (31/1/2018) ini akan diselesaikan,” katanya kepada Kabar Banten.

Ia menuturkan, untuk masalah upah lembur akan dibayarkan secara normatif sesuai aturan. Kemudian, masalah sistem pekerja harian lepas (PHL) yang selama ini diberlakukan, perusahaan sudah menyepakati akan menuruti nota dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Serang. “Bahwa, di PT KPS tidak akan ada pekerja harian lepas atau kontrak,” ujarnya.

Sedangkan, untuk masalah jam kerja yang selama ini sering overtime, perusahaan telah sepakat untuk menghapusnya. Dari semua hasil mediasi tersebut hanya terkait Sarman dan Heri Sudiyanto yang masih belum tuntas. Untuk selanjutnya, pihaknya hanya akan menunggu keputusan dari perusahaan.

Namun, jika kemudian mereka mengingkari, maka itu diserahkan kepada Disnaker Bagian Kepengawasan. Selain itu, untuk sementara, aksi akan dijeda dahulu. “Kami besok (Selasa) akan bekerja seperti biasa, karena mengingat kesepakatan tersebut dari enam poin lima poin sudah tercukupi,” ucapnya.

Ia mengatakan, pada aksi pertama, yakni Rabu (10/1/2018) lalu sebenarnya sempat dilakukan pertemuan dengan pihak Disnaker. Hanya saja belum ada kesepakatan sama sekali. Kemudian, pada Kamis hingga Jumat (11-12/1/2018) para karyawan kembali bekerja seperti biasa. Namun kemudian, saat Jumat (11/1/2018), pihak perusahaan memberhentikan semua pekerja harian lepas.

Tujuannya, untuk mengurangi massa aksi yang akan berdemo pada Senin (15/1/2018) kemarin. “Akan tetapi, dari pihak warga sendiri tidak menerima adanya outsourching di situ, karena tidak ada koordinasi dengan masyarakat setempat. Koordinasinya hanya melalui RW dan kepala desa, akhirnya aksi kami didukung oleh warga Kampung Maja, Desa Kibin untuk menolak adanya outsourching di PT Karya Putra Sukses,” tuturnya. (DN)***


Sekilas Info

Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk

SERANG, (KB).- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Kampung Tinggulun, Desa Cijeruk, Kabupaten Kibin, Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *