Kemarau Panjang, Warga Gunung Batur Kesulitan Air Bersih

CILEGON, (KB).- Kemarau panjang telah memberikan dampak buruk terhadap warga Lingkungan Gunung Batur I dan II, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak. Warga di dua perkampungan tersebut sedang mengalami kekurangan air bersih. Nasib warga Gunung Batur tidak sebagus warga Lingkungan Cipala, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak.

Di Cipala, pemerintah telah memberikan perhatian dengan membuat sistem pengadaan air bersih melalui pembangunan sumur bor, tempat penampungan air, serta pipa yang tersambung antar tempat penampungan. “Kalau di sini belum ada tempat penampungan air. Jadi warga harus datang ke sumber-sumber air,” ujar Tuhi (50), warga Lingkungan Gunung Batur II, saat ditemui di area titik mata air.

Jarak antara mata air dengan Lingkungan Gunung Batur II kurang lebih 500 meter. Tuhi setiap hari membawa ember dan galon, turun ke mata air kemudian kembali lagi ke rumahnya yang berada di atas sumber mata air. “Tiap hari ya begini, naik turun bukit. Galon saya ikat pakai kain di punggung, kalau ember saya tenteng di tangan kiri dan kanan,” ucap Tuhi.

Total jarak tempuh yang diambil Tuhi setiap harinya menjadi 1 kilometer. Hal serupa dilakukan para ibu di kampung tersebut. “Kalau saya, sambil ambil air sekalian mencuci baju,” ujar Inah (43), warga Gunung Batur II. Menurut dia, aliran air di sumber mata air Gunung Batur semakin hari menipis. Ia khawatir jika kekeringan akan melanda lingkungannya. “Kalau sampai mata air di sini kering, kami pasti gelagapan. Sebab dibandingkan sumber mata air di tempat lain, di sini lebih besar,” tuturnya.

Pantauan Kabar Banten, sejumlah galon, jeriken dan ember tersusun memanjang di sekitar mata air. Para ibu terlihat sedang mencuci baju, lainnya antre mengisi air Terkait hal itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, telah mengusulkan pengadaan sistem air bersih untuk Gunung Batur. Katanya, pengadaan ini akan dilakukan pada 2018. “Sesuai masukan dari musrembang, Gunung Batur menjadi prioritas di 2018. Kami sudah usulkan, semoga tidak dicoret dalam pembahasan APBD 2018 nanti,” tuturnya.(AH)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here