Kemarau Panjang, Petani Disarankan Pindah Garapan Tanaman

PANDEGLANG, (KB).- Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi menyarankan, agar para petani mengalihkan tanaman padi ke komoditi lain yang tidak membutuhkan banyak air seperti tanaman palawija.

Soalnya, kata dia, berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau tahun ini akan lebih panjang dari tahun sebelumnya, yakni hingga bulan Oktober mendatang. “Dari data BMKG, musim kemarau saat ini cukup berbeda, bahkan lebih dulu dan lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya dan lebih panjang,” kata Budi, Jumat (26/7/2019).

Menurutnya, kondisi itu membuat lahan pertanian mengering karena terbatasnya sumber air. Oleh karenanya, para petani harus mencari alternatif tanaman lain, supaya tidak memengaruhi pendapatan mereka.

“Pola tanam tanaman padi sawah bergantung pada kebutuhan air, tentu di musim kemarau tidak cocok. Maka ada tanaman holtikultura, seperti bawang dan terong yang bisa menjadi alternatif tanaman pengganti saat musim kemarau,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Distan Pandeglang Muhamad Nasir mengatakan, dari data yang dimiliki sekitar 8.044 hektare sawah yang mulai mengalami kekeringan. Untuk membantu permasalahan itu, Distan menyediakan 128 unit pompa air yang bisa dipinjampakaikan kepada petani.

“Upaya kami memiliki brigade alsintan dan itu ada pompa air sebanyak 128 unit dan sudah kami turunkan ke lapangan. Jadi beberapa petani yang membutuhkan dan ada sumber airnya, sudah menggunakan itu,” tutur Nasir saat ditemui di ruangannya. (Ade Taufik/IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here