Kemarau, Jadwal Tanam Padi di Kabupaten Serang Bergeser

SERANG, (KB).- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang bersama komisi irigasi saat ini sedang menyusun jadwal pola tanam padi tahun 2019-2020 untuk menyikapi kekeringan yang masih terjadi. Oleh karena itu kemungkinan besar jadwal tanam tersebut akan bergeser dari waktu normal.

Kepala Distan Kabupaten Serang Dadang Hermawan mengatakan, sementara ini pihaknya sedang mengadakan rapat bersama komisi irigasi. Bahwa estimasi tahun ini musim hujan baru akan mulai pada November.

“Maka kami dari komisi irigasi sedang susun jadwal tanam 2019-2020. Kita masih rumuskan, itu berdasarkan ketersediaan air, jadi sedang disusun pola tanamnya,” ujarnya kepada Kabar Banten, Ahad (1/9/2019).

Dadang menjelaskan, kemungkinan jadwal tanam tahun 2019-2020 akan bergeser. Sebab musim hujan pun mengalami pergeseran, yang biasanya hujan mulai Oktober kini diestimasi pada November Desember. “Karena informasi dari BMKG ada pergeseran ya terjadilah pergeseran,” katanya.

Setelah Komisi Irigasi menyusun jadwal tanam, akan coba diinformasikan terlebih dahulu kepada petugas pertanian di lapangan untuk meminta masukan. Setelah selesai baru kemudian akan dibuatkan SK bupati.

“Kan ada tugas komisi irigasi, pertama inventarisir kondisi kekeringan, kedua menyusun jadwal tanam tahun 2019-2020,” ucapnya.

Disinggung soal kekompakan petani dalam tanam padi, Dadang menjelaskan, selama ini kebanyakan petani masih suka coba-coba tanam ketika ada air walau hanya sedikit. Padahal pihaknya sudah menginformasikan waktu tanam dibulan apa saja.

“Tapi karena coba-coba ada hujan, seperti sekarang yang terancam kekeringan petani mestinya tanam di bulan puasa, tapi alasannya karena puasa jadi tidak tanam padahal waktu itu stok air banyak,” tuturnya.

Saat ini, debit air Bendung Pamarayan saja hanya 5 meter kubik per detik. Dengan demikian air yang tersedia sangat minim dan tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan tanam. Paling tidak kata dia, untuk tanam ideal harus ada debit air sekitar 12-16 meter kubik per detik. Namun dirinya optimis jika nanti irigasi Bendungan Pamarayan selesai di rehab, maka debit air akan mencapai 20 meter kubik per detik.

“Kemarin saya cek (debit air bendungan pamarayan) sudah drop karena tidak ada pasokan dari Ciujung Lebak,” ucapnya.

Kondisi ini pun kata dia, sudah dikonfirmasi kan ke pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidanau, Cidurian (BBWSC3), dengan jumlah air hanya 5 meter kubik per detik maka sangatlah minim. Oleh karena itu dianjurkan kepada petani untuk tidak menyebar benih pada bulan ini.

“Jangan sebar benih dulu bulan ini karena percuma nantinya kemungkinan kena kekeringan lagi,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here