Keluarga Mampu Haram Terima Bansos

LEBAK, (KB).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak mengharamkan masyarakat kalangan mampu menerima program Bantuan sosial (Bansos). Sebab, program Bansos dikhususkan bagi keluarga ekonomi rendah agar terbantu perekonomiannya.

“Program sosial yang benar-benar berhak menerima itu adalah keluarga miskin atau keluarga ekonomi rendah, bukan untuk keluarga yang mampu secara ekonomi. Jadi Bansos haram diterima oleh keluarga yang secara ekonomi mampu,” kata Wakil Ketua MUI Lebak KH. Akhmad Khudori, Senin (8/7/2019).

Ia mengatakan, tujuan Kementerian sosial (Kemensos) menggulirkan program sosial untuk perlindungan bagi keluarga miskin agar kehidupan mereka tetap sejahtera dan taraf perekonomiannya meningkat.

Program Bansos, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) dan juga program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) untuk menerima beras sebanyak 10 kilogram per bulan.

”Apabila keluarga mampu secara ekonomi masih terdata dan menerima program bantuan sosial, sebaiknya dia dialihkan saja kepada keluarga miskin yang lain,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini masih banyak keluarga miskin belum menerima program sosial dari pemerintah. Sehingga, jika orang mampu ada yang masih menerima program sosial maka sama saja mereka mengambil hak orang lain, dan itu hukumnya haram.

“Namun patut diapresiasi, warga miskin yang belum terdata menerima program sosial, mereka tetap mandiri. Misalnya, dengan mengikuti BPJS swadaya dengan membayar iuran sendiri,” ucapnya.

Umat agar lebih mandiri

Dengan demikian, pihaknya meminta umat agar hidup lebih mandiri dan bekerja keras untuk menempuh kehidupan tanpa meminta belas kasihan. “Dengan kerja keras itu maka kehidupan warga tidak jadi miskin, karena memiliki pendapatan ekonomi yang halal,” ujarnya.

Kepala Dinas sosial (Dinsos) Lebak, Eka Permana mengatakan, saat ini jumlah masyarakat miskin yang menerima program sosial sebanyak 106.230 jiwa berdasarkan pendataan tahun lalu.

“Kami ke depan akan memasang stiker di pintu rumah bagi warga miskin yang menerima program sosial agar tepat sasaran. Jika mereka sudah mampu, maka akan dihapus untuk menerima program sosial itu,” tuturnya. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here