Rabu, 19 Desember 2018

Kelola Sampah, DLH Kabupaten Serang Harapkan Partisipasi Masyarakat

SERANG, (KB).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang menilai partisipasi masyarakat untuk mengelola sampah masih rendah. Oleh karena itu pihaknya meminta kesadaran masyarakat untuk membantu mengelola sampah tersebut.
Kepala Bidang Pertamanan dan Persampahan pada DLH Kabupaten Serang Asep Herdiana mengatakan, kesadaran masyarakat dalam pengurangan sampah masih sangat kecil. Dalam skala nasional, pengurangan sampah baru 2 persen. “Apalagi skala kabupaten, baru nol koma nol sekian persen,” ujarnya dalam acara sosialisasi kebijakan pengelolaan persampahan bidang persampahan dan pertamanan DLH Kabupaten Serang di Aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Kamis (19/7/2018).
Asep mengatakan, pengelolaan sampah di tingkat masyarakat akan diarahkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Bahkan dirinya pun mengaku sudah memberikan pedoman pengelolaan sampah di tingkat desa. “Bagaimana desa itu bisa berperan melalui BUMDes dalam pengelolaan sampah yang nantinya bernilai ekonomis,” katanya.
Kepala DLH Kabupaten Serang Sri Budi Prihasto mengatakan, sesuai dengan peraturan bupati (Perbup) Nomor 46 Tahun 2017 tentang pengelolaan sampah, peran masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat dibutuhkan. “Makanya kita ingin memberikan pencerahan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, dalam perbup itu dijelaskan pengelolaan sampah ada dua upaya. Yakni, pengurangan dan penanganan sampah. “Dari masyarakat, kita harapkan dapat mengurangi sampah. Timbulan (volume-red) sampah ini akan berkurang jika masyarakat melakukan pemilahan sampah yang akan dibuang,” katanya.
Budi menyadari belum maksimal memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pengurangan sampah. Sehingga, volume sampah terus menumpuk dengan keterbatasan sarana dan prasarananya. “Kalau saja 10.000 masyarakat itu hitungannnya satu truk pengangkut sampah, berarti dibutuhkan minimal 150 truk sampah. Kami baru punya 46 truk, berarti kebutuhan truk sampah baru sepertiganya terpenuhi,” tuturnya.
Oleh karena itu, menurut diasolusi paling efektif yakni dengan melakukan pengurangan sampah di tingkat masyarakat. “Bagi-bagi tugas lah, kami yang menangani sampah, masyarakat yang mengurangi volume sampah,” katanya. (DN)*

Sekilas Info

Libur Natal dan Tahun Baru 2019, Kawasan Wisata Anyer dan Pasar Prioritas Pengamanan

Kawasan wisata Anyer dan pasar tradisional di wilayah Kabupaten Serang akan menjadi titik utama pemantauan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *