Kelola Perpustakaan, Pustakawan di Banten Dibekali SLiMS

Wakil Rektor Bidang kerjasama sistem informasi penguatan kemitraan Dan Layanan industrial Untirta Aceng Hasani (kedua kiri) menyerahkan cenderamata kepada Tim Segi SLiMS di ruang LPPM Untirta, Kamis (13/2/2020).*

SERANG, (KB).- Untuk meningkatkan kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang Perpustkaan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyelenggarakan workshop Sesi berbagi (Segi) Senayan Library Management System (SLiMS) atau perangkat lunak sistem manajemen perpustakaan, di ruang serbaguna Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untirta, Kamis (13/2/2020). .

Salah satu anggota Tim Segi, Iskandar mengatakan, SLiMS untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan perpustakaan dan SLiMS bisa dipakai untuk pengguna pemula karena sistemnya sangat mudah dan sederhana untuk dipelajari.

“Dari pelayanan, pengolahan maupun pelaporan di perpustakaan itu sendiri sehingga dalam kegiatan akreditasi bisa banyak membantu,” ujar Iskandar.

Wakil Rektor 4 Bidang Kerjasama Sistem Informasi Penguatan Kemitraan dan Layanan Industri Untirta, Aceng Hasani mengatakan, kegiatan tersebut pertama kalinya diselenggarakan di Untirta, kerjasama UPT Perpustakaan Untirta dan Pemprov Banten.

SLiMS sangat luar biasa, karena selama ini kebutuhan pustakawan hampir di seluruh unit tidak maximal, disebabkan latar belakang Pustakawan sedikit sekali upaya untuk meningkatkan keterampilan mengelola perpustakaan.

“Kita bertemu untuk berkomitmen mengelola. Kuncinya mengerjakan yang diamanahkan oleh pimpinan dilakukan dengan senang hati. Diharapkan kepada UPT Perpustakaan agar mengadakan kompetisi tentang SLiMS agar dibuat Instrumennya,” ujar Aceng.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Untirta, Udin Hermawan Sutanto menyampaikan bahwa pihaknya merasa terhormat menjadi tuan rumah penyelenggaraan workshop SLiMS bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Banten.

Ia mengatakan, sejak 2016 pihaknya sudah memantau aplikasi SLiMS, kemudian bekerjasama dengan SLiMS pusat. Diharapkan kedepannya semua perguruan tinggi lainnya tidak menggunakan aplikasi lain selain Aplikasi SLiMS.

“Target kami 99 pustakawan dan 50 orang yang diundang sudah menerima materi. Karena kalau terlalu banyak tidak efektif dalam pembelajaran teori dan teknis menguasai aplikasi SLiMS,” ujarnya. (DE)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here