Kelangkaan Elpiji Disinyalir Dampak Muludan

SERANG, (KB).- Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Banten menanggapi banyaknya kabar kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kota Serang. Mereka meyakini kelangkaan tersebut disinyalir akibat konsumsi masyarakat meningkat saat ini.

Kepala Bidang Elpiji Hiswana Migas Provinsi Banten, Yudi Lukman menjelaskan, kelangkaan bukan terjadi karena pengurangan kuota pendistribusian elpiji ke sejumlah daerah. Tetapi karena konsumsi masyarakat di Kota Serang meningkat selama melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Belum sampai pada tahap kelangkaan. Kalau terjadi kekurangan itu akibat dampak peningkatan permintaan, karena di saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, pemakaiannya di masing-masing rumah tangga semuanya besar-besaran,” kata Yudi saat dihubungi Kabar Banten, Selasa (12/12/2017).

Daerah Banten, menurutnya, jika menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW berbeda dengan daerah lain. Selain itu, ia membenarkan adanya pengurangan kuota dari pusat, tetapi jumlah atau kuota elpiji di Kota Serang belum dikurangi. Pendistribusian masih berjalan secara normal.

Memang putusan dari pusat ada pengurangan, tapi khususnya di Kota Serang jumlahnya bertahan. Kepada PT Pertamina, sudah saya sampaikan untuk Banten tidak dikurangi karena seharusnya di tambah,” tuturnya.

Selain itu, dia menuturkan, sebelumnya pun ada kebijakan APBN yang memutuskan untuk memotong anggaran pemenuhan elpiji ke setiap daerah. Tetapi untuk daerah Banten tidak terkena pemotongan itu. “Banten ini lebih sering melakukan perayaan keagamaan, maka justru jangan dikurangi tetapi ditambahkan. Tidak tau kalau daerah lain,” katanya.

Hingga saat ini pendistribusian masih berjalan dengan normal untuk kuota hariannya. Dia mengatakan, kedepan akan ada ektra dropping banyak yaitu penambahan elpiji setiap hari sebesar 50 persen dari alokasi harian sebelumnya.

Selain itu, menuju akhir tahun pun akan dilakukan ektra dropping untuk persiapan natal dan tahun baru. “Karena kenyataannya disini kan sudah agak kekurangan jika tidak ditambahi. Tetapi jika dari kekurangan ini tidak ditambahi mungkin bisa juga terjadi kelangkaan nantinya,” ucap Yudi.

Dia menjelaskan, sementara untuk harga pihaknya meyakini tidak ada kenaikan dan sesuai sudah aturan, hanya saja oleh penjual warungan diambil peluangnya. “Saya juga sudah berusaha untuk memberikan masukan kepada pangkalan dan pangkalan tindaklanjuti kepada pengecer supaya menjaga kestabilan harga,” ujarnya. (TM)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here