Kejurnas Karate Mendagri 2018, Banten Bawa Empat Medali

Kontingen Karate Banten berfoto bersama usai mengikuti Kejurnas Karate Mendagri XX 2018 di Auditorium Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Ahad (25/3/2018).*

SERANG, (KB).- Kontingen Karate Banten berhasil membawa pulang empat medali melalui Kejurnas Karate Mendagri XX 2018, yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Ahad (25/3/2018).

Diketahui, empat keping medali yang diraih Banten tersebut yakni satu medali emas, satu keping medali perak, serta dua keping medali perunggu. Satu keping emas disumbangkan Abimanyu Mutiara Defantri nomor kumite (tanding) kelas under 63 kilogram (kg) cadet putra. Sedangkan satu perak diraih Marzella Sekar Damayanti nomor kata perorangan putri junior.

Sementara dua medali perunggu didapat dari Cevita Rizki kumite putri kelas over 59 kategori cadet, dan Raka Aziz Nandar kumite putra kelas under 57 kg kadet. Dengan hasil ini dua karateka Banten, Abimanyu Mutiara Defantri dan Marzella Sekar Damayanti dipastikan tampil pada kejuaraan karate SEAKF 2018 di Vietnam. Karena sesuai aturan hanya juara dan finalis dari setiap kelas/nomor hasil Kejurnas Karate Mendagri ini yang akan diberangkatkan.

Menanggapi hasil tersebut, Wakil Ketua II Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olah raga Karate-Do Indonesia (FORKI) Banten Joe Manaloe merasa bangga. Alasannya, raihan tersebut mengalami peningkatan, dibandingkan raihan pada Kejurnas Karate Mendagri tahun lalu.

“Tetap bersyukur dengan hasil ini karena sewaktu di Lampung kami hanya memperoleh satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Jika wasit bertindak adil saat Marzella main di final harusnya kami bisa membawa pulang dua medali emas. Tapi ya sudahlah itu buat pelajaran berharga kami ke depannya supaya lebih siap lagi segalanya,” tutur Joe. Akan tetapi, kata dia, pihaknya tetap melakukan evaluasi dari hasil tersebut. Tujuannya agar terus diperhitungkan oleh karateka dikancah nasional dan internasional.

“Banten tidak boleh lengah ke depannya. Awalnya dulu tolok ukur kami adalah DKI, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Tapi sekarang sudah ada Sulawesi Selatan. Program pembinaan mereka benar-benar bersinergi mulai dari perguruan sampai pengcab dan mendapat dukungan dari pemerintah daerahnya. Selama ini kami harus berjuang sendiri untuk membiayai program pembinaan kami,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov FORKI Banten Maruli Girsang mengapresiasi atas perjuangan tim karateka Banten. “Selamat buat tim karate Banten yang sudah mengharumkan Banten di kancah nasional. Jadikan hasil ini motivasi dan perbaikan agar meraih juara di event yang lebih bergengsi lagi,” ujar Maruli. (YA)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here