Kejurda Tinju Amatir Banten, Cilegon Juara Umum Kategori Junior

Petinju Kota Cilegon berfoto bersama seusai Kejurda Tinju Provinsi Banten 2019 di Kota Tangerang.*

Kota Cilegon berhasil menyandang juara umum kategori junior pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) tinju amatir se-Provinsi Banten tahun 2019, di Gedung Olah Raga (GOR) Cisadane Kota Tangerang.

Pelatih Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Cilegon Ikhwan Guruh Musyadad mengaku, pihaknya mengirimkan 22 atlet dari berbagai kategori. Sepuluh petinju kategori Junior, tujuh petinju kategori Youth, lima petinju kategori elite atau senior.

“Pada kategori junior enam atlet yang mendapat emas, diraih oleh Ahmad Faisal kelas 46 kg, M. Ali Asghar kelas 48 kg, M. Ilham Firdaus kelas 52 kg, Jason kelas 54 kg, Gabriel kelas 57 kg, Yoel Mario kelas 60 kg,” ucapnya.

Sedangkan untuk kategori Youth, Lanjut Ikhwan, pihaknya bersyukur dapat memperoleh emas yang disumbangkan hanya satu atlet, yaitu oleh Yuliantri kelas 48 kg putri. “Dan yang patut disayangkan di kategori Elite kami tidak meraih emas sama sekali,” katanya kepada Kabar Banten.

Ikwan mengatakan, untuk medali perak dari semua kategori inilah yang paling banyak sumbangsihnya, yaitu di kategori Junior ada dari Adilla kelas 44 kg putri dan Ramadina sabila kelas 50 kg putri. Lalu, perak kategori youth diraih oleh Arin kelas 45 kg putri dan Salsyah Putri kelas 51 kg putri.

“Kemudian medali perak kategori elite diraih oleh 3 orang, yaitu Tarsono kelas 49 kg, Yudi kelas 52 kg, Suparman kelas 64 kg, ini yang paling banyak,” ujarnya.

Ikhwan menjelaskan, walaupun ada dua petinju kategori youth tidak berhasil menyumbangkan medali satu pun yang disebabkan kalah di penyisihan, namun dapat tertutup oleh sisanya dengan mendapatkan enam medali perunggu di kategori junior, yaitu berkat Yuliandari kelas 48 kg putri dan Raeyhan kelas 50 kg, kategori youth diraih oleh Riski kelas 52 kg, Afrizal kelas 64 kg dan kategori elite diraih oleh Ari rudi kelas 56 kg dengan Tarudi kelas 60 kg.

Berbicara soal evaluasi, Ikhwan disatu sisi senang mendapatkan juara umum, disisi lain sedih. “Alasannya cukup sederhana, karena dari kategori elite atau senior ada tiga petinju kami yang lolos ke final tidak berhasil menyumbangkan medali emas. Padahal untuk kategori elite ini sebagai ajang seleksi untuk tim Pra-PON Banten,” tuturnya.

Ikhwan berharap semua atlet harus dapat mengambil pelajaran dari Kejurda ini, berlatih lebih keras lagi, dan lupakan yang sudah terjadi, ambil yang positif. “Faktor keberuntungan saja mungkin yang belum berpihak kepada petinju Cilegon, padahal penampilan anak-anak di partai final sudah maksimal, terus semangat dan pantang menyerah,” ujarnya. (Azzam/Yandri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here