Senin, 18 Februari 2019

Kejari Panggil Sekwan Kota Cilegon

CILEGON, (KB).- Kegiatan kunjungan kerja (kunker) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon 2017, ternyata mendapat sorotan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon. Kejari menduga, ada perjalanan dinas fiktif yang tercantum dalam laporan keuangan DPRD Kota Cilegon 2017, sehingga mengindikasikan terjadinya kerugian negara.

Sehubungan itu, Kejari Cilegon melayangkan surat panggilan kepada Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Cilegon, Didi Sukriadi dan dua Staf Sekretariat DPRD (Setwan) untuk dimintai keterangan, Jumat (2/11/2018).

“Sejak dua pekan lalu, kami sedang mendalami dugaan ini. Memang ada dugaan perjalanan dinas fiktif di DPRD Kota Cilegon, kami sedang dugaan itu,” kata Kasi Intel Kejari Cilegon, David Nababan, saat ditemui di ruang kerja, Kamis (1/11/2018).

Menurut dia, dugaan adanya perjalanan dinas fiktif merupakan delik aduan. Tidak hanya terkait perjalanan dinas, dia menuturkan, ada sejumlah dugaan lain dalam kegiatan DPRD Kota Cilegon 2017 yang perlu didalami.

“Ini adalah delik aduan. Kami tidak bisa memberikan informasi pihak mana yang memberikan aduan, karena sifatnya rahasia. Kami hanya bisa sampaikan, bahwa pada aduan itu bukan hanya tentang perjalanan dinas, tapi ada hal lain, satu bundel,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk mendalami kasus tersebut, pihaknya memanggil Sekwan Kota Cilegon, Didi Sukriadi bersama dua Staf DPRD Kota Cilegon dipanggil ke Kejari Cilegon, Jumat (2/11/2018). Pemanggilan mereka dalam rangka dimintai keterangan terkait dugaan tersebut. “Kami akan meminta keterangan dulu dari mereka. Sekarang ini masih pulbaket kok,” ucapnya.

Bisa bertambah

Kasi Intel Kejari Cilegon menuturkan, tidak menutup kemungkinan ada pihak lain termasuk anggota dewan bisa masuk dalam daftar panggil Kejari Cilegon. “Kemungkinan akan bertambah, belum tahu apakah anggota dewan perlu ikut dipanggil atau tidak. Itu dirapatkan dulu, entah perlu dipanggil atau cukup para Staf Setwan Cilegon,” tuturnya.

Sementara itu, Sekwan Kota Cilegon, Didi Sukriadi membenarkan, mendapat panggilan dari Kejari Cilegon. Namun, dia enggan memberikan komentar banyak. “Saya memang ada panggilan dari Kejari. Tapi, saya belum bisa komentar apa-apa, karena saya tidak tahu akan dipanggil untuk apa. Pertanyaannya tentang apapun saya belum tahu,” katanya. (AH)*


Sekilas Info

Kursi Wakil Wali Kota Cilegon, Partai Koalisi Disarankan Berkomunikasi dengan Edi Ariadi

CILEGON, (KB).- Partai koalisi pendukung pasangan Iman Ariyadi-Edi Ariadi disarankan untuk melakukan komunikasi dengan Edi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *