Kejar Target Penurunan NPF, BPRS Cilegon Mandiri Belum Sehat

CILEGON, (KB).- Tantangan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cilegon Mandiri (CM) dinilai masih cukup besar. Tidak hanya menghadapi pengunduran diri Direktur Operasional BPRS CM Tb Abdul Nasser, namun salah satu BUMD milik Pemkot Cilegon ini harus berjuang untuk menyehatkan finansial bank.

Kabarnya, hingga Maret 2019, Non Performing Financing (NPF) atau kredit bermasalah BPRS CM masih di angka 16,7 persen dengan nomilan kredit macet kurang lebih Rp 15 miliar. Wali Kota Cilegon Edi Ariadi meminta agar NPF tersebut terus ditekan.

“BPRS CM ditargetkan untuk menurunkan NPF hingga 10 persen, pada Juni nanti. Kalau dirupiahkan itu di sekitar angka Rp10 miliar,” katanya seusai memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPRS CM 2018, di Pemkot Cilegon, Selasa (9/4/2019).

Meskipun begitu, Edi mengapresiasi kinerja BPRS CM yang terus berupaya menurunkan angka NPF. Dimana pada 2017 lalu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan NPF BPRS CM sebesar 34 pesen dengan nominal kredit macet sekitar Rp 25 miliar. “Ini sudah bagus, makanya lebih ditingkatkan lagi. Apalagi kan BPRS CM diawasi OJK,” ujarnya.

Edi optimistis kinerja BPRS CM akan terus konsisten, meskipun jajaran direksi kembali satu orang. Setelah Direktur Operasional BPRS CM mengundurkan diri, kini tinggal Idar Sudarma yang menjabat Direktur BPRS. “Dari dulu kan BPRS CM itu one man show. Saya kira sekarang pun akan bagus,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur BPRS Idar Sudarma mengatakan, akan melakukan lima hal untuk menekan angka NPF. Mulai dari peningkatan pembiayaan hingga pemutihan tagihan untuk nasabah bermasalah.

“Ada lima hal yang akan kami lakukan. Yakni peningkatan landing (pembiayaan) dengan prinsip kehati-hatina, restrukturing untuk nasabah yang mengalami penurunan kemampuan, peningkatan penagihan rutin, litigasi tagihan untuk nasabah yang tidak bisa lagi membayar kewajiban, hingga hapus buku bagi nasabah yang tidak bisa ditelusuri,” katanya.

Ia mengaku optimistis dapat menekan NPF hingga 10 persen pada Juni 2019. Bahkan ia pun menargetkan NPF di angka 8 persen pada Desember 2019. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here