Kedua Korban Sopir Tambang Pasir, Polisi Dalami Motif Mayat Dalam Karung

PANDEGLANG, (KB).- Polres Pandeglang masih mendalami motif kasus penemuan mayat dalam karung di Jembatan Ciseket, Desa Tegal Papak, Kecamatan Panimbang. Meski demikian, kasus penemuan mayat yang kedua ini hampir mirip dengan penemuan mayat dalam karung pertama, bernama Asep Warga Lebak yang ditemukan di pesisir Pantai Karibea, Pagelaran.

Berdasarkan keterangan petugas, kedua korban pembunuhan baik yang ditemukan di Pagelaran maupun di Panimbang adalah berprofesi sebagai sopir tambang pasir. Namun, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono belum bisa memastikan motif penemuan mayat dalam karung yang ditemukan di Jembatan Ciseket, Panimbang. Namun, petugas sudah memintai keterangan ke sejumlah saksi.

“Untuk kaitan dengan kasus sebelumnya itu belum bisa kita simpulkan. Identitas korbannya berinisial SGP (50) warga Jawa Barat. Sementara anggota tubuh mayatnya sudah rusak, kulitnya terkelupas dan matanya juga rusak , karena ditutup oleh lakban. Retina matanya juga rusak,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono seusai menghadiri Rakernis Bawaslu di Hotel Horison Altama Pandeglang, Kamis (11/4/2019).

Baca Juga: Seorang Pemulung Temukan Mayat Dalam Karung

Ia mengatakan, untuk saat ini sudah ada beberapa yang dicurigai dalam kasus temu mayat ini. Namun, petugas belum bisa membeberkan identitasnya.”Kami mencoba merangkai kesimpulan yang kami dapat. Semoga bisa ditemukan siapa pelakunya. Nanti kalau sudah bulat, kami akan lakukan secara paksa. Ada beberapa pihak yang kami curigai. Hanya saja, kami belum bisa sampaikan disini. Kami masih lakukan pengembangan dan anggota juga masih di lapangan,” katanya.

Menurut dia, penemuan mayat yang kedua ini lebih parah kondisi mayatnya dari yang pertama ditemukan di pinggir Pantai Karibea. Sebab, kondisi mayat berinisial SGP ini terdapat luka yang cukup parah. “Ada luka di bagian perut, pelipis dan matanya dilakban dan diperkirakan mayat ini sudah seminggu,” ucapnya.

Menurut Kapolres, mayat SGP ini korban pembunuhan oleh pelaku yang sama. Sebab, dari luka kedua korban tersebut ada kesamaan.”Kami menduga kuat dua korban ini dihabisi atau dibunuh oleh pelaku yang sama, namun ini masih sebatas dugaan. Kami akan intensifkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembunuhan kedua mayat dalam karung tersebut,” ujarnya.

Hasil identifikasi

Berdasarkan hasil identifikasi Tim Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) Rumah Sakit dr. Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang, kedua mayat tersebut punya pola luka yang mirip saat ditemukan warga terbungkus dalam karung.

Kepala IKFM RSUD dr Drajat Prawiranegara dr. Budi Suhendar menyatakan, dua mayat yang terbungkus karung di Pandeglang punya luka yang sama seperti bekas sayatan benda tajam di bagian perut. Diketahui, mayat dalam karung pertama ditemukan di Pantai Karibea, Kecamatan Pagelaran, Ahad (7/4/2019) dan mayat kedua di bawah jembatan di Kecamatan Ciseukeut, Kecamatan Panimbang, Selasa (9/4/2019).

“Ada kemiripan dengan korban yang pertama. Ada luka sayat di perut dan mayat tersebut juga dibungkus dengan karung. Cuma bedanya, korban yang kedua tidak ditemukan batu seperti korban pertama. Hanya tali isolasi,” tutur dr. Budi kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).

Baca Juga: Mayat Dalam Karung Kembali Gegerkan Warga

Selain luka sayatan benda tajam di bagian perut, penemuan mayat di Ciseukeut, Pandeglang juga memiliki luka lebam di bagian kepala. Luka tersebut, sama dengan luka memar-memar dari korban yang ditemukan di sekitar Pantai Karibea. “Ada luka di bagian kepala, kemungkinan penyebarannya ada di sekitar wajah,” ucapnya.

Hingga kini, tim forensik RSDP masih belum bisa mengidentifikasi penemuan mayat kedua di wilayah Kabupaten Pandeglang. Selain tubuh korban sudah rusak, jasad tersebut juga sudah membusuk saat ditemukan oleh warga setempat.

“Hasil identifikasi sementara, korban merupakan pria dewasa. Tapi, kita belum bisa tentukan umurnya berapa. Karena kondisi jenazah dalam keadaan membusuk, identifikasi masih di upayakan oleh tim forensik,” tuturnya. (Rifat Alhamidi/Ade Taufik/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here