Kedisiplinan Masyarakat Penentu Fase New Normal

Oleh : Dodik Prasetyo

Pandemi covid-19 diperkirakan akan mencapai waktu yang lebih lama dari prediksi awal, tak hanya beberapa bulan tapi bisa 2 tahun. Penyebabnya adalah vaksinnya belum ditemukan. Mau tak mau masyarakat menyongsong era the new normal dengan pelan-pelan membuka perkantoran dan pasar. Namun harus dijalani dengan kedisplinan untuk menjaga imunitas tubuh dan higienitas lingkungan, sehingga dapat dikatakan masyarakat sendirilah yang menjadi penentu fase new normal. 

Fase the new normal sering dibicarakan banyak orang, akhir-akhir ini. Kita harus menghadapi realitas bahwa corona belum bisa pergi dari Indonesia, jadi mau tak mau wajib menyesuaikan diri dan menjalani kehidupan normal yang baru. Adaptasi dan kedisiplinn menjadi kunci penentu kesuksesan fase the new normal. The new normal adalah keadaan di mana manusia sudah bisa keluar rumah dan beraktivitas seperti biasa. Namun dengan peraturan yang sangat ketat. Bagaimanapun juga, fase the new normal harus dihadapi, karena jika terus berada di rumah roda perekonomian tidak akan bisa berjalan lancar.

Peraturan yang ketat ini tentu dimaksudkan untuk melindungi diri dari penyakit corona. Seperti biasa, semua orang yang keluar rumah wajib memakai masker dan selalu cuci tangan atau memakai hand sanitizer. Protokol perlindungan dari virus covid-19 di era new normal  ini juga mewajibkan perusahaan membentuk tim penanganan corona. Jadi higienitas di tempat kerja wajib dilakukan, setidaknya ada pembersihan 4 jam sekali. Terutama di bagian kantor yang sering digunakan oleh banyak orang, misalnya pegangan pintu, lift, tangga, dan lain-lain.Di perusahaan juga wajib membuat peraturan untuk menjadwal kerja karyawan masuk secara bergantian. Misalnya ada 3 hari jatah untuk work from home, sementara 3 hari harus masuk kantor.

Hal ini juga untuk menaati aturan PSBB karena jika jumlah karyawan yang masuk berkurang, kerumunan juga berkurang dan mengecilkan resiko penularan virus covid-19.Untuk jam lembur juga sebaiknya dihapus, jika tidak maka bisa dibuat 3 shift untuk giliran kerja. Apalagi jika ada karyawan yang berusia di atas 50 tahun, maka jangan dibebani dengan kerja lembur. Aturan ini dibuat agar mengurangi kelelahan saat bekerja dan karyawan juga jadi punya waktu cukup untuk beristirahat, agar staminanya terjaga. Jika semua orang memiliki fisik dan imunitas yang bagus, maka tidak akan mudah tertular corona.

Perusahaan juga bisa memberikan asupan vitamin C agar semua karyawan sehat. Di tempat umum seperti pasar dan sekolah, maka wajib disediakan tempat untuk cuci tangan yang lengkap dengan air mengalir dan sabun. Kalau bisa ada beberapa tempat, jadi tidak perlu mengantri lama-lama. Di dalam supermarket, pengunjungnya juga dibatasi, karena untuk menjaga jarak antar pembeli (minimal 1 meter) dan mengurangi kerumunan. Jika tidak dibatasi, maka sama saja melanggar PSBB dan bisa ditindak oleh pihak berwajib.

Mengapa sekolah rencananya akan dibuka beberapa bulan lagi di fase new normal? Karena penerapan school from home ternyata belum sukses 100 persen. Ketika belajar jarak jauh, maka ada kendala misalnya sinyal yang lemah atau kuota smartphone yang terbatas. Malah ada orang tua yang tidak memiliki gawai dan hanya punya HP biasa, sehingga anak-anaknya bingung ketika akan menyetorkan PR. Ketika ada tayangan edukasi di TV, maka ternyata masih ada daerah yang tidak terjangkau oleh listrik.

Era the new normal harus kita hadapi dan kesuksesannya bergantung pada perilaku masyarakat sendiri. Selalulah ingat untuk rajin cuci tangan dan segera mandi dan keramas serta ganti baju ketika tiba di rumah saat habis bepergian. Ketika akan berangkat ke luar, maka pakailah masker untuk melindungi diri dari potensi kena virus covid-19. The new normal dijalani dengan hati lapang, dan semoga vaksin corona segera ditemukan. (Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here