Kedai ‘Nasi Balap’ Hadir di Kota Serang

Wijanarko, Owner Kedai Nasi Balap siap menyajikan Nasi Balap pesanan konsumennya, Selasa (12/3/2019).*

SERANG, (KB).- Bagi penikmat dan penyuka kuliner nusantara, mungkin pernah mendengar atau merasakan serta menikmati Nasi Balap. Nasi balap dikenal juga dengan nama nasi balap puyung atau nasi puyung yang merujuk kepada daerah asal kuliner ini, yaitu Kampung Puyung, Jonggat, Lombok Tengah. Kuliner khas Lombok Tengah ini, kini hadir di Kota Serang.

Berawal dari kesukaannya menyantap nasi balap, Wijanarko seorang pemuda asal Kota Serang yang pernah tinggal di Lombok Tengah mengaku terinspirasi untuk membuat dan membuka kedai dengan menawarkan menu Nasi Balap di Kota Serang.

Sajian nasi balap yang ditawarkannya pun terbilang sederhana, yaitu seporsi nasi putih dengan suwiran daging ayam bumbu pedas, kedelai goreng, plus sambal khas yang disajikan di atas daun pisang serta dilengkapi kentang, oseng buncis dan telur.

Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris ini mengaku mendapatkan ilmu meracik kuliner nasi balap tersebut disebabkan karena dirinya pernah tinggal di Lombok Tengah selama 1 tahun.

“Saya asli orang Serang. Setelah lulus dari pondok tahun 2013, saya dapat tugas untuk mengabdi di salah satu lembaga pendidikan Islam di Lombok Tengah. Selama berada di sana, Nasi balap jadi salah satu makanan kesukaan saya saat itu. Belakangan ini saya terinspirasi untuk membuat nasi balap, dan mencoba peruntungan di Kota Serang dengan membuka kedai nasi balap,” ujar Wijanarko, Selasa (12/3/2019).

Seporsi Nasi Balap

Ia menjelaskan bagaimana cara ia meramu bahan-bahan untuk membuat nasi balap. Ia mengaku mendapatkan resep dengan bertanya kepada keluarga angkatnya di Lombok.

“Searching juga di google, dibantuin orangtua  juga. Tapi, untuk rasa jujur sih, nasi balap saya masih belum otentik, cuma perlahan kami akan terus coba untuk menjadi otentik, mungkin ‘next time’ kita ke Lomboknya langsung belajar sama orang sananya,” ujarnya.

Ia mengaku, bisnis kuliner ini adalah bidangnya. “Dengan berbisnis maka bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Dari sana ‘human relation’ akan terbangun dengan baik. Untuk mensiasati penjualan, ia menggunakan berbagai promosi salah satunya dengan memberikan minum gratis dengan membeli satu porsi nasi balap. Selain itu menggunakan media sosial juga untuk mempermudah promosi,” ujar Wijanarko ketika ditemui di kedainya di kawasan kedai kuliner khozin jalan HS. Khozin, Ciceri, Kota Serang. (Besta/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here