Kedai Kopi Om Bewok, Kedai Nuansa Klasik Modern dengan Konsep Literasi

BISNIS kedai atau kafe kopi saat ini mulai dilirik sebagai ladang usaha baru. Hal itu bisa dilihat dari bermunculannya kafe atau kedai kopi di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Banten salah satunya Kedai Kopi Om Bewok. Suburnya bisnis kedai kopi, selain menguntungkan para pelaku bisnis itu sendiri, juga membawa dampak baik terhadap keberlangsungan petani kopi.

Pemilik kedai Kopi Om Bewok, Rendra Prasetya mengatakan, konsep kedai kopi miliknya bisa dibilang berbeda dengan kedai kopi lainnya. Ia mencoba menggabungkan nuansa klasik modern di kedai kopinya tersebut. Tak hanya itu, ia juga menyuguhkan konsep kedai literasi dengan menyediakan berbagai koleksi buku untuk pengunjung kedainya.

“Jadi buku-buku ini sengaja saya simpan di kedai agar dibaca pengunjung. Kebetulan saya suka banget sama baca dan buku-buku di sini adalah koleksi saya sendiri,” ucapnya.

Ia mengatakan, bisnis kedai kopi tak hanya akan menguntungkan para pelaku usaha kedai kopi semata. Namun, bisnis ini juga mampu mengangkat para petani kopi itu sendiri. Sehingga, bisnis kedai kopi secara tidak langsung mendukung keberlangsungan petani kopi di Indonesia.

“Seperti halnya di Banten, potensi perkebunan kopi cukup, sehingga keberlangsungannya bisa ikut terdorong dengan maraknya bisnis kedai kopi saat ini,” kata Rendra saat acara launching Kedai Kopi Om Bewok miliknya di Jalan Cikulur Jelawe, Kota Serang, Senin (26/11/2018).

Pria yang akrab disapa Bewok ini mengatakan, bisnis yang ia tekuni saat ini bukan semata-mata berorientasi pada profit semata. Tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap petani kopi. Apalagi Banten juga sebagai salah satu daerah produksi kopi di Indonesia. “Hanya saja, cara pengolahan perkebunan kopi di Banten memang berbeda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam satu jenis biji kopi bisa menghasilkan berbagai rasa, bergantung pada cara pengolahannya. Itu juga menjadi salah satu ciri khas dari setiap kedai kopi. “Dalam satu biji kopi rasanya bisa beragam. Bahkan, banyak pedagang kopi yang mencampur biji kopi dengan margarin ketika rosting. Tujuannya agar mendapatkan rasa gurih dan aroma lembut dari kopi itu,” ucapnya.

 

Dengan adanya kedai kopi ini, kata dia, diharapkan bisa menjadi acuan atau motivasi bagi para pemuda untuk memiliki usaha sendiri. “Memang ini juga bertujuan untuk membangkitkan semangat para pemuda agar bisa memiliki usaha,” katanya.

Untuk harga kopi di kedainya sangatlah terjangkau. Mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 20.000, bergantung jenis kopi dan penyajiannya. Sedangkan untuk cemilannya, mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 20.000. Kedai kopi ini mulai buka pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB. (Ismi Latifah/Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here