Kamis, 21 Februari 2019

Kecelakaan Kerja di PT Indah Kiat, Polisi Periksa 3 Karyawan IKPP

SERANG, (KB).- Satreskrim Polres Serang akan memeriksa 3 karyawan PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP), terkait insiden tewasnya seorang pekerja akibat tergulung mesin pres kertas. Rencananya, pemeriksaan itu akan dilakukan Jumat (8/2/2019).

“Ya, rencana kita akan periksa 3 orang karyawan PT (Indah Kiat)-nya sebagai saksi besok (hari ini),” kata Kasatreskrim Polres Serang AKP David Chandra Babega saat dihubungi wartawan melalui pesan singkat, Kamis (7/2/2019).

Diketahui, nasib nahas dialami seorang karyawan PT IKPP bernama Khairul Falah (31). Tubuh pegawai operator mesin roll kertas itu tewas mengenaskan setelah tergulung mesin winder atau mesin pres kertas 1 bagian role dram di gedung PM 1 Lantai 2, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Ahad (3/2/2019).

David mengatakan, sejauh ini penyidik sudah mengantongi keterangan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Olah TKP tersebut nantinya akan disesuaikan dengan keterangan dari para saksi yang akan diperiksa polisi.

“Kalau olah TKP kan sudah jelas, nanti fakta di lapangan kami buktikan dengan keterangan saksi-saksi itu. Kami juga sudah mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian seperti CCTV dan lain-lain,” ujar David.

Baca Juga: Tergulung Mesin Roll Kertas, Karyawan PT IKPP Tewas

Dikonfirmasi terpisah, Humas PT IKPP Arif Madali mengatakan, manajemen perusahaan sudah melakukan evaluasi terkait meninggalnya salah seorang pekerja PT Indah Kiat. Dari hasil evaluasi internal pihak perusahaan, kata dia, menyatakan bahwa kecelakaan kerja tersebut akibat faktor kelalaian atau human error.

“Hasil evaluasi itu karena human error. Di situ, apapun benda jatuh (mesin) tidak boleh diambil kecuali keadaan mesin mati,” kata Humas PT IKPP Arif Madali saat dikonfirmasi wartawan.

Padahal, kata Arif, sesuai standar operasional perusahaan (SOP), di lokasi kejadian tidak boleh ada aktivitas manusia. Sementara, saat insiden itu terjadi, korban sedang berada di lokasi yang seharusnya steril dari kegiatan karyawan. “Tidak boleh ada aktivitas. Boleh ada karyawan di situ kalau kondisi mesin mati,” tuturnya.

Sepengetahuan Arif, sejauh ini sudah ada 4 rekan kerja korban yang telah dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Serang. Namun, ia tidak mengetahui secara detail terkait pemeriksaan tersebut. “Sudah ada 4 orang yang dimintai keterangan,” tuturnya singkat. (Rifat Alhamidi/SJ)*


Sekilas Info

Renstra Harus Sesuai Arah Pembangunan Kota Serang

SERANG, (KB).- Rencana strategis (Renstra) 2019-2023 dan rencana kerja (Renja) organisasi perangkat daerah (OPD) 2020 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *