Kebakaran Pasar Baros, Kerugian Capai Rp 10 M

Kondisi Pasar Baros pasca-Kebakaran.*

SERANG, (KB).- Kerugian yang diakibatkan kebakaran Pasar Baros disebut mencapai Rp 10 miliar. Hal itu dilihat dari nilai aset bangunan dan barang dagangan yang ludes terbakar.

Pantauan Kabar Banten Senin (11/11/2019), kondisi Pasar Baros tampak porak poranda. Beberapa pedagang dibantu warga dan anggota pramuka tampak sibuk mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Kepulan asap dan api masih ada di beberapa titik lokasi.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan, pada peristiwa kebakaran tersebut sebanyak 179 dari total 212 kios terbakar. Kemudian 50 pedagang kaki lima dan 32 los juga terbakar.

“Estimasinya Rp 5,3 miliar untuk kios, Rp 300 juta untuk los dan Rp 150 juta untuk pedagang kaki lima. Kerugian Rp 10 miliar itu barang pedagang plus kiosnya dan kaki lima,” ujarnya, Senin (11/11/2019).

Wahid mengatakan, untuk semua kerusakan tersebut pihaknya tidak bisa memberikan bantuan perbaikan permanen, karena keterbatasan dana. Kemungkinan bantuan hanya sifatnya darurat.

“Butuh dana besar. Kalau TT (dana tidak terduga) apakah ada dana segitu, yang penting supaya mereka bisa berteduh tidak kehujanan barangnya dan bisa jualan lagi, itu saja kami pikirkan. Kalau permanen sekaligus rada berat, tapi tergantung dana yang ada,” katanya.

Ia menjelaskan, biasanya untuk membangun pasar permanen membutuhkan anggaran sekitar Rp 3-4 miliar. Sedangkan untuk pasar sementara hanya sekitar Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar. “Makanya dihitung dulu sama (bagian) Tata Ruang dan Perkim,” ucapnya.

Namun, Wahid belum bisa memastikan kapan pembangunan pasar sementara tersebut. Sebab bergantung anggaran yang ada.

“Karena teknis bukan kami lagi, nanti dibangun PUPR atau Perkim jadi bukan kewenangan kami karena anggaran di pemda. Kami hanya penguatan pada pedagang, prioritas utama apa yang perlu dibenahi,” tuturnya.

Ia berharap dengan adanya peristiwa itu, anggaran pembangunan Pasar Baros bisa diselipkan tahun 2020 karena sudah mendesak. Sementara untuk modal pedagang yang habis terbakar, Wahid mengatakan tidak ada bantuan dari Pemkab Serang.

Sebab bantuan yang diberikan hanya berupa fisik bukan permodalan. “Paling kami hanya memfasilitasi dengan mengarahkan ke bank. Kalau bantuan modal kami enggak ada,” ucapnya.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah prihatin atas kebakaran Pasar Baros. Menurutnya, selama ini pemkab sudah selalu berupaya agar ada perbaikan untuk Pasar Baros namun sudah bertahun-tahun belum bisa realisasi karena belum ada kesepakatan antara pedagang dengan upaya yang dilakukan Pemkab.

“Kemarin sore Pasar Baros kebakaran, disinyalir dari arus pendek listrik,” ujarnya.

Tatu mengatakan, dulu pasar tersebut direncanakan pindah namun ditolak para pedagang yang ingin tetap bertahan. Ia menuturkan, sekalipun ada revitalisasi para pedagang hanya ingin mundur lokasinya.

“Upaya ini sedang dikomunikasikan dengan Provinsi Banten, Pak Gubernur untuk meminta bantuan anggaran pengadaan lahan. Sharing, bangunan dari kami lahan dari Provinsi Banten,” ucapnya.

Opsi DTT

Pihaknya pun segera menggelar rapat terbatas bersama Diskoperindag, sekda dan Wakil Bupati Serang untuk mengambil langkah strategis.

“Yang pasti pasar sementara harus diupayakan agar bisa berdagang. Kalau berhenti kondisi ekonomi pedagang akan terganggu. Kalau pembangunan pasar sementara coba DTT dan tidak terduga masih cukup enggak. Kan di akhir ini kemarin untuk kekeringan pasokan air bersih dari DTT. Saya cek masih berapa kalau bisa nanti untuk pasar sementara,” ucapnya.

Sementara, seorang pedagang Hendra Darmawanto mengatakan, kerugian akibat kebakaran di kiosnya mencapai Rp 50 juta. Hanya ada sedikit barang yang bisa terselamatkan. “Modal saya habis baru belanja kemarin. Belum tahu kapan dagang lagi, mau istirahat dulu,” ujarnya.

Hendra mengatakan, pada saat kejadian dirinya baru saja pulang ke rumah. Semua kios di pasar sudah tutup. Begitu mendapatkan informasi ada kebakaran, ia pun bergegas kembali ke pasar. “Pas ke sini api sudah ke atas. Dari toko kelontongan katanya,” ucapnya.

Selama 15 tahun ia berjualan di Pasar Baros, kebakaran ini sudah kali ketiga. Kondisinya pun sama parahnya. “Harapannya mesti dibangun lagi. Kalau pindah itu mah harus kesepakatan bersama, saya pribadi mau di sini saja,” tuturnya.

Sementara pascakebakaran tersebut sejumlah pedagang di kios bagian depan masih tampak melakukan aktivitas berdagang seperti biasa. Sebab kios mereka selamat dalam peristiwa nahas tersebut.

Pedagang lainnya Agus Subagya mengatakan, pada saat kejadian kios miliknya selamat. Ia sempat melihat besarnya kobaran api dalam kebakaran tersebut. “Apinya besar sampai belakang habis semua 100 lebih kios. Dari perabotan dari listrik,” ujarnya.

Agus menjelaskan, saat ini sebagian pedagang sedang sibuk merapikan puing-puing barangnya yang terbakar. Sedangkan beberapa pedagang yang kiosnya berada di depan tetap berjualan seperti biasa.

“Alhamdulillah banyak yang beli. Alhamdulillah barisan depan selamat semua. Saya juga sempat keluarkan semua barang ke luar, saya bawa ke rumah dan ke depan pasar,” ucapnya.

Sementara itu, Pasar Baros di jalan raya Serang-Pandeglang, Desa Baros Kecamatan Baros kembali terbakar, Senin (11/11/2019). Hal itu terjadi karena adanya aktivitas warga yang sedang merapikan puing-puing, terbakar dan membesar.

Anggota Pusdalops BPBD Kabupaten Serang Jhonny E Wangga mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan adanya kebakaran tersebut sekitar ba’da isya. Setelah itu langsung dikirimkan dua unit mobil pemadam ke lokasi kejadian. “Sudah berhasil di padamkan, dan sudah kembali ke markas,” ujarnya kepada Kabar Banten.

Jhonny menjelaskan, api tersebut berasal dari tumpukan puing salah satu kios yang pada Ahad (10/11) terbakar. Dimana dilokasi tersebut ada pedagang atau warga yang sedang beres beres. “Terus tumpukannya kebakar, dan membesar,” katanya.

Dirinya belum mengetahui api tersebut berada pada kios apa. Namun yang pasti kobaran api itu tidak merambat ke kios lain. “Bekas kiosnya enggak pasti, karena dari kios yang sudah terbakar jadi debu. Enggak menyebar ke lokasi kios baru (yang selamat),” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here