Kebakaran Mal Jadi Kisah Nyata Kekuatan dan Keajaiban Alquran

SERANG, (KB).- Peristiwa kebakaran Mal Borobudur di Pekalongan tiga bulan lalu, kini diyakini menjadi kisah nyata kekuatan dan keajaiban Alquran. Berkat kerajinan pemiliknya membaca Alquran saat menunggu pembeli, toko hijab milik Anis menjadi satu-satunya toko yang tidak terbakar dalam musibah itu. Sementara semua toko dan barangnya dari lantai satu sampai tiga di mal tersebut ludes terbakar.

Kisah tersebut diceritakan kembali Anggota Majelis Syuro One Day One Juz (ODOJ) Ustad Ricky Adrinaldi ketika membuka acara “Banten Mengaji” yang digelar ODOJ Banten di Masjid Raya Al Bantani KP3B, Kota Serang, Sabtu (26/5/2018).

Di hadapan sekitar 800 peserta “Banten Mengaji”, Ustad Ricky menceritakan toko hijab tersebut, sebenarnya, hanya ditutupi plastik yang mudah terbakar. Akan tetapi, ternyata, tidak ada barang-barang yang terbakar saat kejadian. “Padahal semua toko di mal tersebut habis terbakar,” katanya.

Selalu baca Alquran 

Belakangan diketahui, Anis, pemilik toko, selalu membaca Alquran saat menunggu pembeli. Kegiatan ini dilakukan hampir setiap hari. “Alquran yang biasanya dibaca dan ditinggal di toko itu pun masih utuh, tidak terbakar” katanya.

Ricky menegaskan peristiwa itu menunjukkan dan membuktikan kekuatan dan keajaiban Alquran. Oleh karena itu, ia mengajak kepada para peserta “Banten Mengaji” untuk senantiasa membaca Alquran. “Kalau bisa setiap bulan khatam quran, jangan hanya pada bulan Ramadan saja,” ujarnya.

Lima kegiatan

Ketua ODOJ Banten Deden Sunandar menjelaskan kegiatan “Banten Mengaji” ini merupakan salah satu kegiatan dari lima kegiatan “Ramadan Peduli Banten Jilid XI 1439 H/2018 M”. Kegiatan ini digelar Yayasan Kami Peduli (YKP), DPD Asperapi Banten, HU Kabar Banten, dan Relawan Ramadan Peduli.

Sementara program “Banten Mengaji dan Itikaf” dilaksanakan bekerja sama dengan Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Provinsi Banten, Forum Lintas, dan Pengurus DKM Masjid Al Banteni KP3B. “Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat baca masyarakat dalam membaca Alquran,” katanya.

Selain mengaji, dalam kegiatan “Banten Mengaji” digelar juga Seleksi Olimpiade Pencinta Quran (SOPQ), buka puasa bersama, santunan yatim/dhuafa, kajian Alquran Al Ustadz, klinik tahsin, qiyamul lail, sahur & salat Subuh berjamaah, serta kajian dhuafa.

Juara

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri para pemenang SOPQ adalah Hasbi Anazili (MTQ terbaik golongan anak-anak), Lia Fitriyah dari Serang (MTQ terbaik golongan dewasa akhwat), dan Arif Rahman dari Serang (MTQ terbaik golongan dewasa ikhwan). MHQ (Musabaqah Hifzhil Quran) terbaik golongan anak-anak diraih Dwi Oktaviani (Tangerang), MHQ terbaik golongan dewasa akhwat diraih Siti Masfufah (Lebak), MHQ terbaik golongan dewasa ikhwan diraih M Ushab Abdullah Azam (Kabupaten Tangerang). Sementara untuk TQ (Tafsir Quran) terbaik Bahasa Indonesia diraih Jawahirul Umi Zahro (Tangerang) dan TQ terbaik Bahasa Arab diraih Faqih Ahmad Rabbani (Pandeglang).

Menurut Deden program lainnya dalam “Ramadan Peduli Banten Jilid XI” adalah kegiatan pengelolaan BARBE-Q, pembinaan desa wisata dan masyarakat, dan berbagi nikmat lebaran,” katanya.

Program BARBE-Q 

Menurut Deden, program BARBE-Q adalah kegiatan pengelolaan barang bekas berkualitas. “Jadi, istilah BARBE-Q ini adalah kependekan atau akronim dari barang bekas berqualitas,” katanya.

Melalui program tersebut, pihak panitia, menerima dan mengelola barang bekas berkualitas seperti pakaian layak pakai, sepeda, televisi, sepeda motor, komputer, laptop dll. “Tentu saja kami berharap barang-barang tersebut masih bisa dimanfaatkan oleh orang lain,” kata Ketua YKP ini.

Barang bekas berkualitas itu akan dijual dengan harga relatif murah dan terjangkau masyarakat pada acara bazar. Hasil penjualannya akan dipergunakan untuk paket sembako yang akan diikutsertakan dalam program berbagi nikmat lebaran bagi masyarakat tidak mampu di sejumlah pelosok kampung.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut program ini atau ingin berpartisipasi bisa menghubungi Putri (0853 1357 3646) dan Bunda Iin (0821 1164 8713).

Bina desa wisata 

Program pembinaan desa wisata, menurut Deden, merupakan kegiatan pelatihan, diskusi wisata, dan pembuatan proposal/paket wisata. Menurut rencana, panitia sudah menetapkan tiga lokasi, yakni Situ Rawa Arum di Kota Cilegon, Desa Sobang di Kabupaten Lebak, dan Desa Adat Ngembang di Sajira Kabupaten Lebak.

Kegiatan tersebut bekerjasa sama dengan Rumah Kreasi ADENIS untuk pelatihan wirausaha kerajinan tangan, Dinas Pariwisata dan GENPI Banten untuk diskusi paket wisata serta DPD Asperapi Banten untuk penyusunan konsep proposalnya.

Berbagi nikmat Lebaran

Sementara itu, program berbagi nikmat lebaran berupa kegiatan pendistribusian 2.000 paket lebaran berisi sembako. Paket ini akan diserahkan kepada masyarakat tidak mampu di Cilegon, Serang, Pandeglang, Lebak, dan Tangerang.

“Data masyarakat tidak mampu berasal dari tim relawan yang bertugas mencari, mengidentifikasi dan memastikan data penerimanya agar tidak salah sasaran,” kata Deden seraya mengatakan paket dikemas para relawan dan diantarkan langsung ke depan pintu penerimanya.

Menurut Deden satu paket lebaran senilai Rp 100.000. Isi paketnya meliputi beras, minyak goreng, gula, teh, garam, kue lebaran, mi, sarden, kecap, susu kental manis, sirup dan tepung terigu. Paket tersebut dibungkus dalam kantong plastik. “Distribusi paket insya Allah akan dilaksanakan di penghujung Bulan Suci Ramadan atau sebelum Hari Raya Idul Fitri (H-7),” katanya. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here