Kebakaran di Tangerang, Dua Orang Tewas Terpanggang

TANGERANG, (KB).- Insiden kebakaran menimpa wilayah di Tangerang di tempat terpisah. Di mana dua orang tewas terpanggang dalam insiden tersebut. Peristiwa pertama terjadi pada pria paruh baya yang tewas terpanggang saat tertidur, saat kebakaran menimpa sebuah perumahan di Griya Serpong Asri Suradita, Blok B5, RT 06/RW05, Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang.

Kebakaran yang diduga disebabkan korsleting listrik tersebut, terjadi Senin (18/11/2019) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Kosrudin mengatakan, saat kejadian korban bernama Tongkat Pamuji (54) hanya tinggal sendiri. “Korban diduga sedang tertidur, sehingga tidak menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi. Korban adalah pemilik rumah,” katanya.

Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki air langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Usai api dipadamkan, jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Selaras Cikupa.

Sementara sehari sebelumnya, kenangan juga melanda deretan kontrakan di Gang Sayur Asem, RT 14/RW04, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Ahad (17/11/2019) dan menewaskan seorang anak berusia 10 tahun. Petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi sempat mengalami kesulitan, karena kondisi gang yang sempit dan diportal.

Dalam peristiwa tersebut, tiga unit kontrakan hangus diamuk si jago merah. Kebakaran juga menewaskan seorang anak yang tubuhnya hangus terbakar, karena tidak sempat diselamatkan. Dalam peristiwa tersebut, tiga unit kontrakan hangus diamuk si jago merah. Kebakaran juga menewaskan seorang anak yang tubuhnya hangus terbakar, karena tidak sempat diselamatkan.

Korban adalah Zidni, anak berusia 10 tahun. Zidni merupakan seorang anak yang berkebutuhan khusus. Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan Sigit Widodo membenarkan kebakaran tersebut merenggut 1 korban jiwa. “Korban meninggal seorang laki-laki diduga autis diperkirakan berumur 10 tahun dan 1 korban luka ringan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebakaran kontrakan sepanjang 27 meter tersebut, diduga disebabkan oleh tabung gas yang meledak. “Kami menurunkan 2 unit mobil damkar, namun yang masuk hanya 1 mobil damkar kecil dan bantuan ambulans dari Puspiptek,” ucapnya seraya melanjutkan, jika korban meninggal tersebut diduga terkunci dikamar, sehingga korban tak bisa melarikan diri keluar. “Korban selanjutnya ditangani oleh pihak kepolisian,” tuturnya.

Sementara, seorang warga setempat Rida (50) menuturkan, Zidni terpanggang api, karena dalam kondisi terpasung saat kebakaran itu terjadi. “Jadi, almarhum ini di dalam dengan keadaan terpasung,” katanya di lokasi, Senin (18/11/2019).

Pemasungan Zidni sempat mencuat ke publik pada Maret lalu. Zidni sempat menjadi anak asuh di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel. Namun, setelah Zidni dikembalikan kepada orangtuanya, ternyata Zidni kembali dipasung.

Ia menjelaskan, bahwa Zidni merupakan seorang anak yang sangat aktif (hiperaktif). Zidni hanya tinggal bersama ayahnya, karena sang ibu telah meninggal dunia sebulan lalu. Nahasnya, saat kebakaran terjadi, sang ayah tak ada di lokasi. “Jadi, ayahnya saat kebakaran terjadi sedang kerja, enggak tahu kerjanya apa. Setahu saya, ayahnya itu kerja serabutan,” ujarnya.

Akibatnya, saat kebakaran terjadi, Zidni tidak dapat menyelamatkan diri. “Jadi, memang Zidni ini aktif sekali. Itulah yang membuat dia dipasung. Kami enggak bisa menyalahkan ayahnya, karena memang dia aktif sekali,” ucapnya. Ia menambahkan, kini ayah Zidni sedang diperiksa oleh pihak kepolisian. Sementara, jasad korban telah dimakamkan di TPU setempat.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Wahyunoto Lukman menuturkan, bahwa Zitni Khoiri Alfatir (10) pernah menghuni Rumah Singgah di Kademangan, Kecamatan Setu. Bocah berkebutuhan khusus yang sempat dipasung tersebut, tewas terpanggang api yang membakar rumahya di RT016/RW004, Setu, kemarin. “Meminta dan siap mengasuh sendiri, ya kami serahkan kembali ke orangtuanya,” tuturnya.

Menurut dia, saat mendapat informasi dari media massa tentang adanya bocah yang dipasung, pihaknya langsung mendatangi kediaman Zidni di Kampung Setu. Ia mengatakan, kondisi Zidni sungguh memprihatinkan. Di Rumah Singgah sosial korban dibersihkan dan diberi kebutuhan dasar pakaian dan pangan. “Dirawat dilayani di Rumah Singgah, bahkan ada beberapa warga peduli yang beri bantuan dan kami serahkan bantuannya ke orangtuanya,” katanya.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya telah memberikan orangtuanya pemahaman, pengertian, kemudian sadar tidak akan memasung anaknya lagi. “Meminta dan siap mengasuh sendiri, ya kami serahkan kembali ke orangtuanya,” ujarnya. Namun, Zidni hanya sebentar menetap di Rumah Singgah yang sewa kontrakan sudah selesai. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here