Keamanan Pemilu Tugas Bersama

PANDEGLANG, (KB).- Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, untuk mewujudkan pemilu yang aman, damai dan sejuk bukan saja menjadi tugas aparat melainkan tugas bersama yang butuh dukungan masyarakat.

“Saat ini kita dihadapkan oleh banyaknya isu hoax, sehingga menjadikan suasana panas. Mari kita sama-sama mengamankan jalannya Pemilu. Sebab, keamanan pemilu menjadi tanggung jawab bersama sebagai komponen bangsa,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono dalam acara Forum Grup Discussion (FGD) di salah satu hotel di Pandeglang, Rabu (10/4/2019).

Hadir di acara tersebut Bupati Pandeglang Irna Narulita, Ketua KPU Pandeglang Ahmad Sujai dan Ketua Bawaslu Pandeglang Ade Mulyadi.

Menurut Kapolres, jumlah TPS di Pandeglang mencapai 3.906 TPS. Untuk itu, dibutuhkan personel yang cukup dalam pengamanan jalannya Pemilu 2019. “Kalaupun saat ini personel bantuan cukup dari TNI, Mabes Polri, dan Pemda, saya kira masih kurang. Kami mohon bantuan dari semua pihak. Kita jaga, kawal dan awasi untuk pemilu aman, damai dan sejuk,” tuturnya.

Menurut Kapolres, aparat telah menyiapkan mekanisme pengamanan selama Pemilu. Persiapan pengamanan itu bertujuan untuk kelancaran pelaksanaan Pemilu 2019.

“Pada tahapan kegiatan, soal pengamanan sudah kami lakukan dari bulan Oktober seperti pengamanan di KPU, Bawaslu, gudang logistik. Termasuk pengamanan saat logistik datang, pelipatan suara, pergeseran dan setiap personel yang keluar masuk gudang pun kita cek,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, proses menuju Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk telah dilaksanakan dengan baik oleh penyelenggara pemilu, seperti KPU, Bawaslu dibantu Polri dan TNI.

Namun demikian, dia menilai pengamanan oleh aparat tidak cukup, karena harus ada dukungan masyarakat. Sebab, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran Pemilu.

“Memang kita menyadari, jika gesekan bisa terjadi kapan saja. Apabila kita tidak menjaga satu sama lainnya dan jika itu terjadi akan menjadi kerugian yang mencederai pesta demokrasi lima tahunan,” ujarnya.

Menurut bupati, salah satu indikator kesuksesan Pemilu ialah masifnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, dia mendorong seluruh masyarakat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya.

“Saya harap pada 17 April nanti, masyarakat sebelum melakukan aktivitas terlebih dahulu datang ke TPS untuk memilih Paslon yang sesuai keinginan hati masing-masing demi kemajuan bangsa ini selama lima tahun ke depan,” tuturnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here