Sabtu, 23 Februari 2019

KAWAL INTEGRITAS PEMILU, LIPI KELUARKAN 10 IMBAUAN

SERANG, (KB).- Pemungutan suara Pemilu Serentak 2019 akan diselenggarakan pada 17 April 2019. Saat ini tahapan kampanye calon anggota DPR, DPD, dan DPRD serta pasangan calon presiden dan wakil presiden telah berlangsung hampir empat bulan.

Terkait ini, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengeluarkan sepuluh imbauan. Kepaa kabar-banten.com, narahubung LIPI Prof. Dr. Syamsuddin Haris mengatakan, kesepuluh imbauan tersebut, pertama, para pasangan calon presiden dan wakil presiden beserta tim sukses bersaing secara jujur, sportif, beretika, dan bermartabat. Bangsa kita mendambakan hadirnya para pemimpin politik yang mampu memberi keteladanan dalam berbicara, berperilaku, dan bertindak.

Kedua, para pasangan calon presiden dan wakil presiden beserta tim sukses memanfaatkan masa kampanye untuk beradu visi, program dan alternatif kebijakan terbaik sebagai solusi atas aneka masalah bangsa. Bangsa kita memerlukan visi dan gagasan cerdas namun realitas mengenai Indonesia yang lebih baik, adil, sejahtera, bermartabat, dan berdaya saing tinggi dari para paslon yang berkompetisi dalam Pemilu 2019.

Ketiga, para pasangan calon presiden dan wakil presiden beserta tim sukses mengedepankan pernyataan politik yang mendidik dan mencerdaskan. Bukan sebaliknya, membodohi dan menguatkan sikap saling curiga antargolongan di masyarakat yang masih tersisa sejak pemilu-pemilu sebelumnya. Upaya kampanye untuk menarik dukungan pemilih hendaknya dilakukan dengan bijaksana, terutama mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan terhadap kehidupan bangsa ke depan.

Keempat, para calon anggota legislatif Pusat (DPR dan DPD) dan Daerah (DPRD) hendaknya bersaing secara sehat, sportif, tidak terperangkap praktik jual-beli suara dan politik uang, serta lebih mengedepankan kepentingan bangsa ketimbang sekedar menang tapi mengorbankan kepentingan kolektif bangsa.

Kelima, partai politik peserta pemilu hendaknya menjadikan pemilu sebagai momen terbaik untuk melakukan pendidikan dan pencerdasan politik bagi masyarakat, bukan sebaliknya membodohi rakyat untuk kepentingan jangka pendek kelompok dan golongan sendiri.

Keenam, KPU dan jajaran penyelenggara pemilu agar bersikap dan bekerja secara mandiri, profesional, dan imparsial dalam penyelenggaraan pemilu, sesuai dengan amanat UUD 1945 dan UU. Kritik dan saran yang disampaikan oleh berbagai pihak hendaknya menjadi masukan bagi KPU dan jajaran penyelenggara pemilu untuk melakukan perbaikan. KPU dan Bawaslu khususnya, perlu saling bekerjasama dalam mewujudkan integritas dan konstitusionalitas Pemilu Serentak 2019.

Ketujuh, Kepolisian dan Bawaslu proaktif dalam menindak pihak-pihak yang melakukan tindak pelanggaran pemilu, baik pidana maupun administratif sehingga dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu dan hasilnya.

Kedelapan, media sebagai salah satu pilar demokrasi hendaknya selalu bersikap profesional dan nonpartisan serta mengedepankan prinsip-prinsip kerja jurnalistik dalam menyampaikan informasi terkait pemilu kepada masyarakat serta mendukung proses kampanye pemilu yang menjadi ajang adu visi, program dan alternatif kebijakan antarpeserta pemilu.

Kesembilan, masyarakat hendaknya tidak bersikap reaksioner dalam menerima berita atau informasi terkait pemilu. Prinsip kehati-hatian perlu dikedepankan agar kita tidak terperangkap sebagai penyebar kebencian dan berita bohong yang berpotensi dipidana karena melanggar UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kesepuluh, terlalu besar biaya politik yang harus ditanggung bangsa ini jika pemilu akhirnya hanya berujung pada persaingan yang tidak sehat dan saling meniadakan di antara para pihak yang bersaing dan para pendukungnya.

Bagaimana pun persatuan dan keutuhan bangsa kita jauh lebih utama dan berharga ketimbang sekadar perbedaan pilihan dalam pemilu yang justru meninggalkan kebencian, permusuhan, dan luka politik di antara sesama anak bangsa. (KO)*


Sekilas Info

Pendaftar Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Banten Membeludak

SERANG, (KB).- Pendaftar seleksi calon Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten periode 2019-2023 membeludak. Sampai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *