Kasus Pungli Disdukcapil dan Dishub, Tiga Pegawai Tersangka

SERANG, (KB).- Dua pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pandeglang dan seorang pegawai Dinas perhubungan (Dishub) Kota Serang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pungutan liar (pungli). Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan dan gelar perkara di Mapolda Banten.  “Sudah ada tiga orang tersangka. Satu dari Dishub dan dua dari Disdukcapil. Mengenai identitasnya saya belum tahu. Nanti disampaikan melalui rilis bersama Pak Kapolda,” ujar Kabid Humas Polda Banten Zaenudin, Kamis (27/7/2017).

Sebelumnya, Tim Saber Pungli Provinsi Banten yang dipimpin oleh Irwasda Polda Banten Kombes Pol. Mustafa operasi tangkap tangan (OTT) di kantor uji KIR, Dishub Kota Serang, Senin (24/7/2017). OTT ini mengamankan enam orang pegawai berinisial AW, FI, TAL, MAR, MI dan AS. Dalam OTT tersebut petugas mengamankan barang bukti berupa uang Rp 4.883.500, 42 bukti pembayaran, 43 berita acara pemeriksaan kendaraan bermotor, satu buku uji KIR, 3 lembar surat retribusi dan 2 buah mesin emisi yang dalam kondisi rusak. Sehari kemudian petugas kembali melakukan OTT terhadap 11 pegawai Disdukcapil Kabupaten Pandeglang.

Belasan pegawai yang diamankan tersebut masing-masing berinisial EY, AM, KN, LAP, IR, FY, IK, MM, TAM, TAJ, dan AF. Dari 11 yang diamankan tersebut AM diketahui merupakan Kabid Sistem Administrasi Kependudukan dan AJ Kabid Kependudukan. Dalam OTT ini petugas mengamankan uang Rp 2,1 juta.  “Mengenai status 14 pegawai lain yang sempat diamankan saya tidak mengetahuinya. Saya hanya mendapat informasi mengenai penetapan tersangka,” katanya.

Tidak Menemukan Alat Bukti yang Cukup

Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Banten, AKBP Nunung Syaifuddin mengatakan, 14 pegawai yang sempat diamankan tidak ditetapkan sebagai tersangka. Alasannya, penyidik tidak menemukan alat bukti yang cukup.  “Proses masih berjalan, kita sudah menetapkan tersangka, yang kita amankan tidak semua ditetapkan sebagai tersangka karena berkaitan dengan perbuatan melawan hukum karena harus ada bukti materil dan formil,” ucapnya.

Saat disinggung mengenai identitas ketiga tersangka, mantan Kapolres Serang ini tidak mengetahuinya. Dia hanya mengetahui penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka dan tidak menahan.
“Tidak ditahan karena penyidik memiliki pertimbangan tersendiri, apakah kondisinya sakit atau berkaitan dengan pelayanan,” ucapnya. Meski tidak ditahan, ketiganya dikenakan wajib lapor. Penyidik akan menahan ketiga orang tersangka tersebut apabila tidak kooperatif, dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. (H-47)***

  • Irna Ancam Sanksi 12 Pegawai Kena OTT

  • OTT Saber Pungli, Dimyati: Ini Akibat Pengawasan Lemah

  • Pemkab Pandeglang Siapkan Bantuan Hukum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here