Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Pandeglang Bertambah

PANDEGLANG, (KB).- Kasus positif corona virus disease 2019 atau Covid-19 di Kabupaten Pandeglang bertambah. Sebelumnya tercatat ada tiga warga ‎positif, namun kemarin jumlahnya bertambah menjadi empat orang setelah muncul 1 orang warga Majasari dinyatakan positif Covid-19 melalui swab test.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pandeglang, dr Achmad Sulaeman mengatakan, kasus terkonfirmasi positif bertambah 1 orang berasal dari Kecamatan Majasari. Soalnya, kata dia, Tim Gugus Tugas mencatat penambahan kasus itu dari hasil pemeriksaan baru melalui swab test  kepada beberapa orang yang sempat kontak dengan orang yang diduga terinfeksi Covid-19 di Kecamatan Majasari.

“Dari hasil pemeriksaan swab ini kami kirim ke laboratorium di Provinsi Banten dan hasilnya positif,” kata ‎Achmad Sulaeman.

Meski demikian pihaknya meminta, agar warga tidak khawatir, karena petugas akan terus memantau perkembangan selanjutnya. Tim Gugus Tugas juga akan melakukan penelusuran orang-orang yang sempat kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif virus corona.

“Dari 4 orang terkonfirmasi positif virus corona di Kecamatan Majasari, 3 orang di antaranya telah berada di tempat asalnya masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu kata dia, untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 953 dengan rincian 926 dinyatakan sembuh, 21 masih dalam pemantauan dan 6 orang meninggal dunia. Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 32 dengan rincian 17 dinyatakan sembuh, 5 orang dirawat dan 10 orang meninggal dunia.

“Kami harapkan masyarakat untuk terus memutus mata rantai penularan Covid-19. Apalagi saat ini dengan kebijakan new normal atau adaptasi kebiasaan baru, yakni dengan memakai masker saat keluar rumah. Selain itu menjaga jarak, hindari kerumunan dan sering mencuci tangan menggunakan sabun,”  katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban mengatakan, dalam menghadapi new normal  tim gugus tugas agar memenuhi 6 persyaratan ketentuan dari WHO.

“Jika enam syarat itu dapat terpenuhi, baru dapat diberlakukan new normal,” kata Tanto.

Sebab, kata dia, dari enam syarat ketentuan WHO yang disampaikan diantaranya, harus memiliki bukti bahwa penularan Covid-19 di wilayahnya telah bisa dikendalikan dan  sistem kesehatan yang ada sudah mampu melakukan identifikasi, isolasi, pengujian, pelacakan kontak hingga melakukan karantina orang yang terinfeksi. 

“Pada bulan Maret Kabupaten Pandeglang sudah berupaya maksimal,  tapi memang agak sulit, karena tingkat kesadaran masyarakat masih rendah. Tapi bagaimanapun kita terus berupaya dan tetap waspada,” ucapnya.

Menurut Tanto, new normal ini bukan berarti selesai dari penularan wabah covid-19. Kata dia, new normal ini tatanan baru namun tetap mentaati protokol kesehatan.

“Jika new normal tidak kita mulai, hawatir ekonomi kita akan menurun, kedisiplinan tetap kita lakukan sesuai protokol covid-19,” ujarnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here