Kasus Penyerobotan Lahan, Tiga Rumah Istri Buronan Digeledah

Satgas Antimafia Tanah Polda Banten terus memburu HU, buronan kasus penyerobotan lahan di Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Petugas bahkan mengejar tersangka hingga ke rumah tiga orang istrinya di Cisoka, Tangerang dan di Cikande serta Jawilan, Kabupaten Serang.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, tersangka memiliki tiga orang istri. Dua di antaranya diketahui masih berada di wilayah Kabupaten Serang, dan seorang istrinya lagi tinggal di Kabupaten Tangerang. Kita kejar sampai ke sana,” kata Kasatgas Antimafia Tanah Polda Banten Kombes Pol. Novri Turangga, Senin (18/3/2019).

Novri mengatakan, pengejaran pertama dilakukan terhadap rumah istri paling tua tersangka di Kampung Banjar Sari dan Kampung Ciberem, Kecamatan Cikande. Namun setelah digeledah, hasilnya nihil karena tersangka tidak berada di lokasi tersebut.

Pengejaran selanjutnya dilakukan di rumah istri kedua tersangka yaitu di Kampung Udulan, Kecamatan Jawilan. Di sana upaya petugas juga sia-sia. Tersangka tidak berada di lokasi saat hendak dilakukan penangkapan.

Begitu juga di rumah istri ketiga tersangka di Kampung Nyompok Tengah, Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Lagi-lagi, upaya petugas nihil dan tak menghasilkan apa-apa. “Semua rumah istri tersangka sudah kita periksa, tapi hasilnya tetap nihil,” ujar Novri.

Setelah menggeledah rumah ketiga istri buronan tersebut, satgas kembali bergerak setelah mendapat informasi HU kabur ke 4 lokasi lainnya di wilayah Lebak, Tangerang dan Bekasi. Namun, upaya itu juga tetap tidak membuahkan hasil apapun.

Meski demikian, pria yang menjabat Dirreskrimum Polda Banten ini menegaskan, satgas akan tetap memburu tersangka dan menerbitkan DPO untuk disebar ke seluruh kepolisian. Dia bahkan tidak segan memberikan tindakan tegas, apabila tersangka tidak segera menyerahkan diri ke Mapolda Banten.

“Kami memantau di beberapa titik yang telah dipetakan. Total dalam perburuan ini, kita sudah kejar pelaku di delapan titik. Untuk itu, lebih baik menyerahkan diri sebelum kami bertindak tegas kepada pelaku,” tutur Novri menegaskan.

Sebelumnya, satgas telah menerbitkan status daftar pencarian orang (DPO) terhadap tersangka berinisial HU. Dia, disinyalir menjadi aktor intelektual atas penyerobotan lahan yang terjadi di Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Dalam menjalankan modusnya, HU bertugas untuk membuat surat oper garapan agar mendapat rekomendasi dan izin prinsip untuk kuasa lahan 10 hektare di desa tersebut. Berdasarkan pantauan terakhir polisi, dia terlihat pernah mendarat di Bandara Soetta setelah melakukan penerbangan dari Arab Saudi.

Saat itu, tersangka HU diketahui baru pulang umrah di Arab Saudi. Meskipun sudah tiba di tanah air, dia tidak kembali ke rumahnya. Kedatangannya di bandara pun terlihat mencurigakan karena langsung mengganti baju dengan pakaian batik dan menutup wajahnya menggunakan masker dan kaca mata.

Setelah hanya memantau tersangka di bandara, HU sudah tidak terlihat lagi di rumahnya. Dia diduga kuat dilindungi atau disembunyikan oleh banyak pihak. Meski demikian, satgas masih melakukan pencarian terhadap tersangka dan telah menerbitkan DPO untuk disebar ke seluruh kepolisian. (Rifat Alhamidi/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here