Kamis, 24 Mei 2018

Kasus Penggelapan Uang PHK: Dua Pengurus KSBSI Ditangkap

SERANG, (KB).- Petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang menangkap dua pengurus Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Provinsi Banten berinisial AS dan ES. Keduanya ditangkap atas pengembangan kasus dugaan penggelapan uang pemutusan hubungan kerja (PHK) mantan karyawan PT Unican Surya Agung (USA) senilai Rp 1,5 miliar.

Sebelumnya, petugas menangkap Koordinator Wilayah (Korwil) KSBSI Provinsi Banten berinisial SMT awal November 2017 lalu. “Sudah kami amankan beberapa hari yang lalu. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan,” ujar Kanit Buser Satreskrim Polres Serang Iptu Shilton, Ahad (19/11/2017).

Kasus ini sebelumnya dilaporkan oleh perwakilan PT USA, Abdul Rachim Ismail. Dalam keterangannya, Abdul Rachim menyatakan kasus tipu gelap ini terjadi pada Desember 2004. Pada tahun tersebut PT USA melakukan PHK terhadap 168 karyawannya. Sebagai bentuk kompensasi terhadap karyawannya, PT USA memberikan uang Rp 1,5 miliar.

Uang kompensasi tersebut oleh pihak perusahaan diserahkan kepada tersangka SMT dalam 3 tahap pengiriman melalui transfer ke rekening BCA dengan nilai masing-masing Rp 500 juta di Desember 2014 dan Januari 2015. Namun uang pemberian uang oleh PT USA melalui tersangka tersebut ternyata tidak disalurkan kepada karyawan yang terkena PHK melainkan digunakan diluar peruntukannya.

Mantan karyawan kemudian mendesak manajemen PT USA untuk memberikan haknya. Terus didesak pihak PT USA akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Serang. Berbekal dari laporan tersebut, petugas meringkus tersangka SMT. Dari keterangannya kepada petugas masih ada pelaku lainnya yang menikmati uang tersebut. “Kedua tersangka (ES dan AS) diamankan berdasarkan pengembangan dari penyidikan tersangka SMT yang mengaku uang tersebut tidak dinikmatinya sendirian,” ucap Shilton.

Selain tiga tersangka tersebut ada seorang tersangka lain yang diduga menikmati uang PHK tersebut. Petugas hingga kini masih melakukan pencarian terhadap pelaku yang identitasnya sudah diketahui. “Ada seorang pelaku lagi yang belum diamankan. Kami masih melakukan pencarian,” tutur Shilton. (FI)***


Sekilas Info

Aktivitas Nelayan di Bulan Ramadan, Menantang Dahaga di Lautan

Ramadan memang bulan yang didalamnya penuh berkah. Berbagai cara dilakukan masyarakat, khususnya umat muslim dari …

3 comments

  1. Masya allah,smapai segitunya.
    Mereka berjuang dari ketidak kadilan dan ternyata….?

  2. Astaghfirullah’hal’adzim.
    Mereka yg berjuang akan HAK nya malah di……?

  3. Ternyata kebongkar jg alhamdulillah, kasus yg 2015 ko ga diposting jg, kan terjadi lg ditahun 2015 dan serikatnya sama itu jg, saya salah satu korbannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *