Kamis, 20 September 2018

Kasus Pencabulan Terhadap 13 Anak Dibawah Umur: Korban Diberi Rp 5 Ribu Untuk Tutup Mulut

CILEGON, (KB).- Para tetangga mengaku telah melihat gejala gangguan psikologi terhadap AJ (35) terduga pelaku pencabulan terhadap 13 anak dibawah umur. Sebab, AJ kerap ketahuan mengintip para perempuan di lingkungan rumahnya saat tengah mandi. Hal ini diungkapkan AS (47), nenek salah satu anak korban pencabulan, saat ditemui di Polres Cilegon, Rabu (11/7/2018).

Menurut AS, AJ selama tiga tahun terakhir meresahkan warga. “Dia itu sering ngintip orang mandi. Sudah berapa kali ketahuan, tapi enggak kapok-kapok. Ternyata ujungnya begini, cucu saya jadi korban,” katanya.

AS mengatakan, perilaku bejat AJ diketahui ketika 9 anak dari 13 korban mengeluh kepada orang tuanya, pada Selasa (10/7/2018) malam. Anak-anak tersebut mengeluhkan sakit di bagian sensitif. “Tidak hanya bagian sensitif, dada mereka pun bengkak oleh AJ,” jelasnya.

Anak-anak tersebut, lanjut AS, mengaku jika awalnya AJ mengajak mereka main dokter-dokteran. Dimana anak-anak sebagai pasien, sementara AJ dokternya. “Jadi anak-anak diajak ke rumahnya. Di ruang tengah mereka disuruh jadi pasien. Satu per satu, anak-anak dipanggil ke dalam kamar. Setelah masuk kamar, pintunya dikunci,” akunya.

Baca Juga: Polres Cilegon Ringkus Pelaku Pencabulan Terhadap 13 Anak Dibawah Umur

Seluruh korban, menurut AS, merasa kesakitan ketika pencabulan tengah dilakukan AJ. Pekerja bangunan tidak tetap tersebut, membekap mulut anak-anak agar jeritannya tidak terdengar keluar. “Mereka dibekap saat kesakitan, begitu pengakuan anak-anak kami,” katanya.

Setelah puas dengan perbuatannya, AJ memberikan uang Rp5 ribu kepada seluruh korbannya. Ini agar mereka tidak mengadukan pencabulan tersebut kepada para orang tua. “Dia kasih uang Rp5 ribu ke anak-anak, biar enggak ngadu ke kami,” ujar AS.

Menurut AS, warga setempat sempat hendak menghakimi AJ secara massal. Namun, upaya tersebut berhasil dicegah oleh ketua RW setempat.

“Para pemuda dan ayah anak-anak korban sempat kepung si AJ ini di rumahnya, pada Selasa (10/7/2018) sekitar pukul 23.00 WIB. Waktu di tanya, AJ-nya juga langsung mengaku, makanya warga murka. Tapi Pak RW berhasil mencegah, akhirnya dilaporkan ke polisi. Lalu petugas kepolisian datang dan menangkap AJ, Rabu (11/7/2018) dini hari,” jelasnya.

Hingga berita dimuat, ibu para korban tengah berada di Polres Cilegon. Mereka menemani anak-anaknya untuk melakukan visum. (AH)*


Sekilas Info

Polres Cilegon Siap Amankan Pemilu

CILEGON, (KB).- Kepolisian Resor (Polres) Cilegon siap mengamankan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pengamanan tersebut, melibatkan 499 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *