Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Menghawatirkan

PANDEGLANG, (KB).- Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pandeglang mencatat sepanjang 2019 terjadi 27 Kasus Kekerasan pada anak. Dari 27 kasus itu didominasi oleh kasus pelecehan seksual dan tindakan kekerasan. Bahkan, di awal tahun 2020 sudah ada 7 kasus kekerasan terhadap anak.

“Tren kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak semakin meningkat di Kabupaten Pandeglang. Miris dan prihatin, padahal Pandeglang saat ini sudah menyandang Status Kabupaten Layak Anak tingkat Pratama,” kata Mujizatulah, yang lebih akrab disapa Gobang, kepada Kabar Banten, Jumat (24/1/2019).

Untuk itu, kata dia, dalam menyikapi persoalan tersebut, harus ada evaluasi Program Perlindungan anak yang komprehensif. Melihat Kasus tersebut, ia menduga program yang selama ini dijalankan tidak efektif dan relevan dengan situasi dan zaman.

“Sebab berbicara penanganan kasus kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak harus mulai dari hulu sampe ke hilir. Upaya preventif harus lebih dikedepan agar mampu menekan angka kekerasan di masa yang akan datang,” tuturnya.

Selain itu, kata Gobang, pihaknya mendorong agar penanganan kasus kekerasan pada anak tidak hanya bertumpu pada satu instansi, tapi melibatkan semua stake holder, mulai dari Muspida sampai tingakat kepala desa.

“Karena beberapa kali Kami menemukan, ada kepala desa atau camat yang tidak terlalu respect terhadap kasus kekerasan terhadap anak. Padahal ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama,” ucapnya.

Apalagi, kata dia, pihaknya sedang mengawal kasus yang saat ini sedang berjalan dipersidangan yakni kasus yang terjadi di Daerah Ciwangun Kecamatan Cibitung.

“Kasusnya sedang kami tangani pendampingannya, sementara yang masih proses di penyidikan adalah kasus yang baru-baru ini terjadi yang dilakukan oleh pelaku yang mengaku ngaku orang pintar. Korbannya sudah kami dampingi bersama Penyidik PPA Polres Pandeglang semalam sudah dilakukan Visum Ey Refertum di RSIA Permata Bunda,” ujarnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here