Kasus Kekerasan Seksual di Kabupaten Lebak Tinggi

LEBAK, (KB).- Kasus kekerasan berlatar seksual di Kabupaten Lebak cukup tinggi. Hingga Oktober 2019, kasus kekerasan seksual tercatat sebanyak 51 kasus. Jumlah tersebut naik dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 31 kasus.

Menurut Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPA) Lebak Ratu Mintarsih, tingginya kasus kekerasan yang dilatarbelakangi seks di Lebak diakibatkan beberapa faktor. Di antaranya yaitu dampak penggunaan teknologi digitalisasi serta pergaulan lingkungan sekitar.

“Korban pelaku kekerasan berlatar seks kebanyakan usia anak. Bahkan, kasusnya hingga terjadi pembunuhan, seperti yang dialami gadis Baduy,” katanya, Rabu (27/11/2019).

Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap gadis Baduy berusia 13 tahun dilatarbelakangi akibat pelaku mengakses aplikasi pornografi melalui teknologi digitalisasi. Artinya, perlu upaya pengawasan terhadap anak dan pada umumnya masyarakat bisa menggunakan digitalisasi secara bijak.

“Selain itu, ada juga korban kekerasan seks dilakukan orangtuanya sendiri hingga anaknya hamil dan pelaku ditangkap di Jakarta,” ucapnya.

Kasus kekerasan seks, sambung dia, tentu harus menjadikan perhatian pemerintah, aparat hukum dan masyarakat. Karenanya, orangtua dapat memperhatikan dan mengawasi anak-anak jika menggunakan handphone juga bergaul di lingkungan.

“Pemerintah harus serius melindungi para korban kekerasan seks yang menimpa anak-anak dengan mendampingi juga mengawal proses hukum mulai dari polisi hingga pengadilan,” ucapnya.

Selain itu, para korban juga harus mendapatkan rehabilitasi agar tidak trauma maupun ketakutan, termasuk para korban yang masih sekolah, tentu tetap difasilitasi agar dapat melanjutkan pendidikannya.

“Kasus kejahatan seks anak cukup meningkat, namun para korban dan pelaku hingga kini berlainan jenis. Kami minta pelaku kejahatan seks terhadap anak-anak dijatuhkan hukuman berat agar memberikan efek jera,” tuturnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here