Kasus Kekerasan Diduga Banyak tak Dilaporkan

SERANG, (KB).- Pihak Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang menduga kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Serang masih banyak yang tidak dilaporkan. Di antaranya karena masyarakat enggan melapor.

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan evaluasi Penanganan Kasus Kekerasan dan Pelecehan Seksual terhadap Perempuan dan Anak, yang digelar DKBPPPA di Aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Selasa (29/10/2019).

Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang Tarkul Wasyit mengatakan, untuk kasus yang belum terlaporkan diyakini masih banyak. Namun, jumlahnya masih belum bisa diprediksi.

“Kendalanya karena pertama di korban enggan melaporkan, kedua bisa selesai di tingkat bawah,” ucapnya.

Sementara, kata dia, dari kasus yang mencuat rata-rata kasus pelecehan seksual terhadap anak. Namun demikian, sekitar 50 persen yang terlaporkan melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sudah masuk ke pengadilan.

“Sampai akhir bulan ini yang lapor ke P2TPA itu sudah 60 kasus, meliputi kekerasan dan pelecehan. Tapi, insyaallah hukumannya sudah sesuai dan sudah ditangani,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya terus mengevaluasi penanganan kasus kekerasan. Pihaknya juga berharap, ke depan penanganan kasus harus terintegrasi melalui sistem.

“Karena selama ini laporan kasus ada yang langsung laporan ke P2TP2A dan ada yang belum terlaporkan. Tujuan dari evaluasi ini juga diharapkan kami ke depan bagaimana dapat memecahkan solusi penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here