Kasus HIV di Pandeglang Terus Meningkat

PANDEGLANG, (KB).- Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang memastikan angka kasus penderita HIV terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Berdasarkan data yang dirilis Dinkes menyebutkan, pada tahun 2017 tercatat sebanyak 39 orang penderita HIV, kemudian tahun 2018 sebanyak 47 orang. Sementara korban terkena penyakit tersebut sekitar 30 persen yang berusia 25-30 tahun dan 10 persen yang berusia 20-24 tahun.

Kepala bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Pandeglang dr. Kodiat Juarsa mengatakan, peningkatan angka penderita HIV dilatarbelakangi oleh perilaku seseorang yang tidak menjalankan pola hidup bersih dan sehat atau HBS. Sebab, dari perilaku tersebut akan rentan terkena HIV yang tidak mengenal tempat.

“Dahulu ada stigma bahwa di daerah wisata sebagai basis penyebaran HIV. Itu hanya salah satunya. Pemahaman itu harus diluruskan. Sebetulnya itu kan persoalan prilaku dan bukan karena faktor tempat,” ujar dr. Kodiat Juarsa kepada Kabar Banten saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/3/2019).

Ia mengatakan, ada beberapa kendala untuk menekan angka penderita HIV. Di antaranya masih kekurangan puskesmas yang terlatih dalam pengendalian HIV dan faktor keterbatasan tenaga ahli.

“Kasus penderita HIV itu setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Bahkan masih banyak korban pengidap HIV yang belum terdata. Belum lagi dari 37 puskesmas tidak semuanya terlatih dalam pencegahan dan pengendalian HIV. Saat ini baru dua puskesmas yang terlatih yakni, Puskesmas Labuan dan Panimbang ,” ucapnya.

Menurut dia, penderita HIV tidak diperbolehkan mendapat perlakuan yang buruk dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, jika penderita penyakit itu tidak dirangkul dalam kehidupan bermasyarakat akan terganggu psikologinya. Sebaiknya penderita HIV harus kita beri motivasi agar bisa sembuh dan bertahan hidup.

“Agar para penderita HIV tidak putus asa, maka kita perlu merangkul dan menghilangkan stigma mengucilkan agar mereka merasa dihargai kehidupan sosialnya,” tuturnya.

Menurut Kodiat, ada beberapa ciri seseorang menderita HIV. Biasanya orangnya merasa tidak aman, cemas, minder dan merasa tertekan.

“Jadi jika kita punya saudara atau tetangga merasa tidak aman dan minder, maka kita harus memberikan motivasi agar memeriksa kesehatannya ke pukesmas atau klinik setempat,” ucapnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here